Berita Pasuruan

Ngotot Tak Mengakui Berhubungan Badan dengan Anak SD Hingga Delapan Kali, Pria Ini Bilang Difitnah

"Bujuk rayunya diiming-imingi uang Rp 50.000. Jadi setiap selesai berhubungan badan, korban diberi uang Rp 50.000 oleh tersangka"

Ngotot Tak Mengakui Berhubungan Badan dengan Anak SD Hingga Delapan Kali, Pria Ini Bilang Difitnah
SURYA.co.id/Galih Lintartika
MRS saat dirilis di Polres Pasuruan, Kamis (22/8/2019) siang. 

SURYA.co.id | PASURUAN - MRS, warga Kecamatan Gempol tetap bersikukuh tidak mengaku sudah lakukan hal tak senonoh ke seorang anak belia berinisial IN, anak tetangganya sendiri.

Padahal, pria berusia 53 tahun ini sudah diamankan Satreskrim Polres Pasuruan atas dugaan persetubuhan terhadap anak di bawah umur.

"Saya tidak melakukan itu. Itu saya difitnah," kata MRS saat dirilis di Polres Pasuruan, Kamis (22/8/2019) siang.

MRS mengaku tidak pernah berhubungan badan dengan korban, apalagi sampai delapan kali sejak tahun 2015. Kata dia, semuanya itu fitnah dan bohong besar. Akan tetapi, ia tidak mengelak jika mengenal korban.

"Saya kenal sama korban. Dia sering main di depan rumah saya, karena di depan rumah saya ada pohon coklat. Ia sering bermain sama teman-temannya," tambah dia.

Dia juga mengakui bahwa korban itu sering dimintai tolong untuk mencuci piring di rumahnya. Tapi, yang menyuruh itu istrinya bukan dia.

"Saya juga sering kasih uang Rp 5.000 setelah selesai cuci piring. Saya sangat yakin kalau saya difitnah buruk dan jelek. Itu tidak benar karena saya tidak melakukannya," jelasnya.

Ditanya soal langkah selanjutnya karena yang bersangkutan tidak mengakui perbuatannya, MRS justru mengembalikan itu ke penyidik.

"Saya tidak tahu. Apa kata penyidik saja, yang jelas saya tidak mengakuinya," tambah dia.

Kasat Reskrim Polres Pasuruan, AKP Dewa Putu Prima YP menyampaikan, mengaku atau tidak mengaku itu hak tersangka. Yang jelas, pihaknya menangkap dan menetapkan dia sebagai tersangka itu ada dasarnya.

"Kami sudah punya dua alat bukti lengkap, mulai hasil visum dan keterangan saksi. Ada enam saksi dan termasuk korban yang juga sudah kami periksa. Alat bukti sudah kami kantongi. Dan proses ini tetap jalan, tugas kami untuk menambah alat bukti dan membuktikan kejahatan tersangka," jelasnya.

Halaman
12
Penulis: Galih Lintartika
Editor: Cak Sur
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved