Berita Surabaya

RSUD Dr Soetomo Siap Terima Organ Tubuh, Kembar Siam Aqila-Azila Disebut Kesulitan pada Rongga Dada

RSUD Dr Soetomo telah memiliki Bank Jaringan dan Surabaya Transfer Organic Center (STOC) yang berperan penting untuk pendonoran jaringan organ tubuh.

RSUD Dr Soetomo Siap Terima Organ Tubuh, Kembar Siam Aqila-Azila Disebut Kesulitan pada Rongga Dada
surya/ahmad zaimul haq
Tim medis RSUD Dr Soetomo menyiapkan Aqila dan Azila, bayi kembar siam asal Kendari, Sulawesi Tenggara, di Instalansi Rawat Inap (Irna) Anak RSUD Dr Soetomo Surabaya, Rabu (14/8/2019). Tim operasi kembar siam dempet dada mengaku kesulitan menutup pada bagian rongga dada. 

Laporan Wartawan TribunJatim.com, Nur Ika Anisa

SURYA.co.id | SURABAYA - Wakil Tim Dokter Penanganan Bayi Kembar Siam RSUD Dr Soetomo dr Poerwadi mengajak masyarakat untuk mendonorkan jaringan organ tubuh.

Hal itu karena RSUD Dr Soetomo telah memiliki Bank Jaringan dan Surabaya Transfer Organic Center (STOC) yang berperan penting untuk pendonoran jaringan organ tubuh.

"Bank Jaringan itu penting bagi mereka yang kecelakaan lalu lintas, meninggal mendadak masih muda, jaringannya direlakan. Contoh tulang, pembungkus jantung, pembungkus daging bisa didonorkan," kata dr Poerwadi, Kamis (15/8/2019).

"Kita sudah punya STOC (Surabaya Transfer Organic Center) jadi siapa yang mau mendonorkan itu kami ambil dan kami perlakukan utuh hanya beberapa saja yang diserahkan atau diinfaqkan untuk orang yang membutuhkan," tambah dia.

Dorongan untuk mendonor jaringan organ tubuh itu berkaca dari operasi bayi kembar siam asal Kendari Aqila-Azila yang disebutnya mengalami kesulitan pada bagian rongga dada.

Poerwadi menuturkan, jaringan organ tubuh dari pendonor diharapkan dapat digunakan untuk pasien yang membutuhkan.

Misalkan disebut Poerwadi, selain untuk operasi bayi kembar siam, bank jaringan dapat digunakan untuk pasien yang mengalami tulang lepas atau hancur.

"Kami kesulitan menutup rongga dada jadi hanya satu kalau dibagi tidak cukup. Kalau dipaksa jantung kedesak dan paru-paru tidak bisa mekar," kata dr Poerwadi.

Sehingga untuk menutup bagian rongga dada, Tim Dokter harus mengganti tulang dada dengan pemasangan mini plat dari logam mulia yang aman untuk tubuh.

Namun, menurutnya alangkah baiknya pemasangan rongga dada dari sesama manusia atau organ manusia.

"Miniplat itu walaupun bagaimana benda asing tetapi bisa diterima karna sudah masuk pengujian. Alangkah manisnya kalau homograf atau sesama manusia," ujarnya.

Dia berharap bayi kembar siam dempet perut dan dada (thoracoabdomino phagus), kedua bayi dapat melewati masa adaptasi atau masa kritis pasca operasi.

"Operasi pada bayi dan anak kehebatan Allah Maha Besar karena pertumbuhan anak," tutup Poerwadi.

Penulis: Nur Ika Anisa
Editor: Parmin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved