Berita Jember

5 Kali Pantun Bupati Faida untuk anggota DPRD Jember jelang Akhir Masa Tugas

Rapat paripurna Penetapan Perda Perubahan APBD Tahun Anggaran 2019 di DPRD Jember, Senin (12/8/2019).

5 Kali Pantun Bupati Faida untuk anggota DPRD Jember jelang Akhir Masa Tugas
surya.co.id/sri wahyunik
Para anggota DPRD Jember foto bersama Bupati Faida seusai Rapat Paripurna DPRD Jember, Senin (12/8/2019). 

SURYA.co.id | JEMBER - Rapat paripurna Penetapan Perda Perubahan APBD Tahun Anggaran 2019 di DPRD Jember, Senin (12/8/2019), kemungkinan menjadi rapat paripurna terakhir anggota dewan periode 2014 - 2019.

Rapat paripurna itu berlangsung gayeng, dan dilingkupi tawa. Rapat paripurna itu berisi antara lain pembacaan hasil pembahasan Badan Anggaran DPRD Jember dan Tim Anggaran Pemkab Jember, penyampaian pandangan akhir fraksi, penandatanganan kesepakatan Perda, dan pidato Bupati Jember Faida.

Gelak tawa mewarnai rapat paripurna itu, terutama saat Bupati Faida melantunkan lima pantun.

"Suasana rapat paripurna pasti tidak akan ngantuk karena bupati dan wakil bupati sudah menyiapkan pantun. Sambutan bupati tidak penting, karena yang ditunggu pantunnya," ujar Faida yang disambut tawa oleh anggota dewan dan undangan rapat paripurna terbuka itu.

Bupati Faida akhirnya memang menutup pidato tanggapannya atas kesepatan Raperda P-APBD 2019 itu dengan lima buah pantun. Pantun itu seakan mengantar berakhirnya masa tugas anggota DPRD Jember periode 2014 - 2019 itu. Anggota dewan periode ini akan mengakhiri masa tugasnya pada 21 Agustus nanti.

"Saya akan bacakan pantun. Pantun pertama dibuat oleh Pak Wabup," kata Faida.

Pantun pertama itu 'Pasang portal di Pare-Pare, Seutas Tali di Kertapati. Penyertaan Modal PDP benar-benar di nanti'.

Pantun pertama ini memancing tawa peserta rapat paripurna. Pantun ini sesuai konteks yang terjadi di Kabupaten Jember yakni isu penyertaan modal di Perusahaan Daerah Perkebunan (PDP) Kahyangan yang belum bisa dilakukan karena belum adanya payung hukum berupa Perda.

Raperda Penyertaan Modal itu sudah dikirimkan ke DPRD Jember tetapi belum selesai dibahas.

Kemudian pantun kedua 'Seutas asa di Batanghari, lekukan balik di lembar tenunan. Sisa masa bhakti tinggal menghitung hari, mari melakukan yang terbaik di lembar kenangan'.

Halaman
12
Penulis: Sri Wahyunik
Editor: Parmin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved