Berita Surabaya
Kreasi Pressed Flower untuk Percantik Sampul Buku
Ingin mempercantik sampul buku tetapi masih bingung seperti apa? Kreasi pressed flower bisa menjadi pilihan.
Penulis: Christine Ayu Nurchayanti | Editor: Cak Sur
SURYA.co.id | SURABAYA - Ingin mempercantik sampul buku tetapi masih bingung seperti apa? Kreasi pressed flower bisa menjadi pilihan.
Kreasi ini bisa menyulap bunga-bunga yang telah berguguran atau yang tidak lagi terpakai menjadi hiasan menarik, di antaranya mempercantik sampul buku.
Pressed flower merupakan kerajinan bunga kering yang dibuat dengan cara menekan bunga sehingga bentuknya menjadi pipih.
Untuk menjadikannya sebagai hiasan sampul buku, menurut florist Onni House, Febby Moelyani tidak susah. Berkreasi sesuka hati menjadi kunci utamanya.
"Semua bunga dapat digunakan mulai dari mawar, krisan, baby breath, hydrangea, solidago, karnesen dan lain sebagainya," Febby mengatakan.
Namun, lanjutnya, bunga yang dipilih harus dipastikan bisa pipih dengan baik.
"Apabila memilih bunga mawar, misalnya, maka sebaiknya ambil kelopaknya saja agar lebih mudah. Mawar merupakan bunga yang memiliki banyak lapisan kelopak sehingga bentuknya tebal," tutur Febby.
Oleh karena itu, imbuhnya, agar lebih mudah, sebaiknya memanfaatkan kelopaknya saja.
Selain bunga, dapat juga menggunakan dedaunan berbagai bentuk untuk memberikan nuansa hijau.
Untuk membuatnya, pertama, Febby mengungkapkan, bunga dan daun dikeringkan lalu dipipihkan terlebih dahulu.
Terdapat dua cara untuk melakukannya. "Pertama yaitu menekannya di dalam buku. Diamkan sekitar dua hingga tiga minggu sampai bunganya pipih. Apabila dalam jangka waktu tersebut bunganya masih basah, maka diamkan lebih lama," tutur Febby.
Apabila ingin mempersingkat waktu, lanjutnya, dapat menggunakan microwave.
Caranya, letakkan bunga di antara kertas karton. Apit lagi menggunakan kardus. Pada bagian bawah, letakkan keramik. Ini supaya bunga dapat pipih secara sempurna.
"Suhunya pilih yang paling rendah. Waktu yang diperlukan sekitar satu menit. Kalau dirasa kurang kering dapat ditambah sedikit waktunya. Tapi jangan sampai bunganya gosong," Febby menjelaskan.
Setelah bunga dan daun telah kering, maka langkah selanjutnya adalah menyiapkan alat-alat untuk membuatnya sebagai hiasan sampul buku.
"Perlengkapan yang dibutuhkan yaitu buku yang akan dihias, gunting, lem kayu, pinset dan kuas," papar Febby.
"Lem kayu saya pilih karena yang pertama tidak memberikan kesan timbul, seperti misalnya kalau menggunakan lem tembak. Kedua, cepat kering namun bunga yang menempel tetap gampang dikelupas," ia menjelaskan.
Gunting, lanjut Febby, digunakan untuk memotong bunga menjadi ukuran yang dikehendaki. Sementara kuas sebagai media untuk merekatkan lem pada pressed flower.
Untuk pinset, berfungsi meletakkan sekaligus merapikan pressed flower.
"Tidak ada teknik khusus dalam membuat kreasi ini. Semua dapat berkreasi sesuai selera," ungkap Febby.
Bagi yang lebih suka daun, lanjutnya, bisa menghadirkan komposisi daun yang lebih banyak.
"Kalau lebih suka yang timbul, bisa dengan menumpuk bunga-bunga sehingga memberi kesan rangkaian yang berlapis," tuturnya.
Tapi, Febby menambahkan, komposisi bunga dan daun sebaiknya disesuaikan dengan ukuran buku. Kalau bukunya berukuran kecil, jangan pilih daun berukuran besar.
Warna bunga dan daun untuk kreasi ini akan lebih pudar daripada ketika masih segar.
"Agar tahan lama, maka memang harus diletakkan pada permukaan yang datar seperti buku, kayu dan pigura," tuturnya.
Selain itu, juga penting untuk melindungi pressed flower dari sentuhan dan gesekan seperti melapisinya dengan mika atau plastik.
"Melalui kreasi ini, harapannya masyarakat tak hanya mengenal bunga rangkai. Kreasi ini dapat dilakukan semua orang dan tak harus belajar mengenai bunga," tutur Febby.
Selain itu, lanjutnya, waktu yang diperlukan juga singkat.
"Kreasi ini juga bisa dijadikan inspirasi untuk memberi kado kepada orang tercinta," pungkasnya.
Bagaimana? Tertarik mencobanya?
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/surabaya/foto/bank/originals/kreasi-pressed-flower.jpg)