Lapor Cak

Dishub Surabaya Sebar Emergency Panic Button di 6 Lokasi, Siap Digunakan Akhir Bulan ini 

Rencana penambahan enam Emergency Panic Button sudah mulai dilakukan Dinas Perhubungan Kota Surabaya.

Dishub Surabaya Sebar Emergency Panic Button di 6 Lokasi, Siap Digunakan Akhir Bulan ini 
SURYAOnline/ahmad zaimul haq
EMERGENCY CALL BARU - Tiang emergency call berwarna orange sudah terpasang di Mayjen Sungkono difoto Minggu (21/7). Dishub Surabaya memasang emergency call baru disebar di 6 titik. 

SURYA.co.id| SURABAYA - Rencana penambahan enam Emergency Panic Button sudah mulai dilakukan Dinas Perhubungan Kota Surabaya. Hal ini terlihat adanya penempatan tiang Emergency Panic Button berwarna merah di sejumlah lokasi dan masih terbungkus plastik.

Irwan Andeksa, Kabid Lalu Lintas Dishub Surabaya mengungkapkan enam lokasi penempatan Emergency Panic Button ini berdasarkan rekomendasi kepolisian.

Enam lokasi tersebut diantaranya di jalan Bubutan - Indrapura tepatnya di depan sentra PKL, kemudian di jalan Kenjeran, depan RS Mitra keluarga.

Ada pula di jalan Mayjend Sungkono depan Gedung juang 45, jalan Wiyung depan sentra PKL, jalan Jagir Wonokromo seberang Mangga dua. Dan yang terakhir di jalan Mastrip - Kebraon gang V.

"Rencananya akhir bulan sudah bisa dioperasionalkan,"lanjutnya.

Sama seperti alat sebelumnya, nantinya masyarakat yang berada dalam keadaan darurat bisa tersambung dengan operator Command Center 112, dengan menekan tombol di tiang Emergency Panic Button.

Enam unit baru bertenaga matahari ini juga dilengkapi dengan CCTV sebagai antisipasi adanya laporan palsu.

Saat ini, ia menambahkan, Dishub sedang dalam tahap sosialisasi pada masyarakat, agar warga nantinya paham betul fungsi utama Emergency Panic Button.

"Kalau tidak disosialisasikan nanti masyarakat yang belum paham akan menggunakan alat tersebut secara coba-coba, karena kan saat ini juga marak penelepon palsu yang masuk ke Command Center. Jadi kami sosialisasikan secarra terus-menerus. Pastinya nanti wajah pelapor akan terekam dari kamera CCTV," tutupnya.

Irvan Wahyudrajad, Kepala Dishub Kota Surabaya menambahkan sebelumnya, tombol darurat ini sudah diuji coba di dua tempat, yakni di Jalan Ir Soekarno-Kedung Baruk dan Jalan Dupak.

Berbeda dengan dua Emergency Panic Button sebelumnya, untuk alat baru akan memiliki teknologi lebih canggih dari unit-unit sebelumnya.

Ia juga menyiapkan beberapa tambahan fitur-fitur terbaru supaya masyarakat dapat terlayani dengan maksimal.

"Penempatannya sudah koordinasi dengan kepolisian sehingga bisa membantu masyarakat yang mungkin mengalami kecopetan, dibegal, atau kecelakaan di sekitar area tersebut," lanjutnya.

Penulis: Sulvi Sofiana
Editor: Parmin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved