Berita Trenggalek
Agrowisata Dilem Wilis Trenggalek, Perkebunan dan Pabrik Kopi Era Belanda yang Instagramable
Di sana, sekelimut sisa aroma kopi masa lalu dapat ditemui dari bangunan-bangunan tua yang masih berdiri.
Penulis: Aflahul Abidin | Editor: Titis Jati Permata
Penggerak mesin menggunakan kincir tenaga air.
Mesin digunakan untuk semua proses mulai dari pemilahan biji kopi.
Struktur bangunannya juga terbilang kuat.
Beberapa sisi masih bisa dikenali fungsi dan bentuknya ketika dulu.
“Di zaman Jepang, sekitar 1942 sampai 1943, pabrik ini terancam punah. Jepang pernah bermaksud meledakkan pabrik ini. Kopi juga diganti dengan jagung putih. Tapi ternyata bangunannya masih bisa berdiri,” kata Bupati yang akrab disapa Mas Ipin itu.
Konon, di zaman dulu, pabrik ini bisa memproduksi kopi hingga 5 ton sehari.
Jumlah yang cukup fantastis untuk ukuran pabrik di zaman itu.
Paling Ramai di Akhir Pekan
Sejak beberapa tahun terakhir, Dilem Wilis dikembangkan dengan konsep agrowisata.
Ada taman teknologi pertanian yang dipakai untuk mengelola berbagai jenis tumbuhan bernilai ekonomis.
Contohnya pengelolaan minyak atsiri.
“Ada juga kandang koloni untuk sekian puluh sapi perah. Di sana pengunjung yang datang bisa belajar cara mengelola sapi susu perah,” kata Kholik.
Akhir Desember nanti, Hak Guna Usaha (HGU) Dilem Wilis akan habis.
Pemkab Trenggalek berencana mengurus Hak Pengelolaan Lahan (HPL) sebagai gantinya.
Dengan menjadi HPL, pengelolaan agrowisata itu tak hanya menjadi wewenang Dinas Pertanian saja, seperti saat ini.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/surabaya/foto/bank/originals/di-kecamatan-bendungan-kabupaten-trenggalek.jpg)