Rabu, 6 Mei 2026

Berita Trenggalek

Agrowisata Dilem Wilis Trenggalek, Perkebunan dan Pabrik Kopi Era Belanda yang Instagramable

Di sana, sekelimut sisa aroma kopi masa lalu dapat ditemui dari bangunan-bangunan tua yang masih berdiri.

Tayang:
Penulis: Aflahul Abidin | Editor: Titis Jati Permata
surya.co.id/aflahul abidin
Suasana bekas pabrik kopi era Belanda Dilem Wilis yang menjadi agrowisata di Kecamatan Bendungan, Kabupaten Trenggalek. 

SURYA.co.id | TRENGGALEK - Kabupaten Trenggalek memiliki tempat bersejarah yang asyik dikunjungi para pecinta kopi.

Di sana, ada area seluas 200 hektare di Kecamatan Bendungan yang kini menjadi tempat agrowisata.

Di dalamnya terdapat kebun dan bekas parbik kopi era Belanda.

Konon, pabrik kopi di sana aktif di masa tahun 1929.

Pemilik pabrik kopi itu dikenal bernama Meneer Van Dilem.

Pabrik kopi ini berada di kawasan selingkar Wilis.

Maka, nama argowisata Dilem Wilis diambil dari dua nama tersebut.

Di sana, sekelimut sisa aroma kopi masa lalu dapat ditemui dari bangunan-bangunan tua yang masih berdiri.

Suasana bekas pabrik kopi era Belanda Dilem Wilis yang menjadi agrowisata di Kecamatan Bendungan, Kabupaten Trenggalek.
Suasana bekas pabrik kopi era Belanda Dilem Wilis yang menjadi agrowisata di Kecamatan Bendungan, Kabupaten Trenggalek. (surya.co.id/aflahul abidin)

Mesin-mesin lama yang dulu dipakai untuk mengola kopi bisa dilihat dilihat di tempat itu.

Juga bangunan gudang kopi yang tampak telah dipugar.

“Di sana adan kafe yang menyediakan kopi dan makanan ringan,” kata Camat Bendungan Nur Kholik, Sabtu (13/7/2019).

Saat ini, bangunan pabrik pengelolaan kopi di Dilem Wilis sudah tak utuh.

Tapi, pabrik tersebut masih bisa digunakan hingga saat ini.

Yang menarik, sistem pengoperasian pabrik itu menggunakan teknologi ramah lingkungan.

Suasana bekas pabrik kopi era Belanda Dilem Wilis yang menjadi agrowisata di Kecamatan Bendungan, Kabupaten Trenggalek.
Suasana bekas pabrik kopi era Belanda Dilem Wilis yang menjadi agrowisata di Kecamatan Bendungan, Kabupaten Trenggalek. (surya.co.id/aflahul abidin)

Menurut Bupati Trenggalek M Nur Arifin, mesin di pabrik itu berjalan dengan sistem terintegrasi.

Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved