Kilas Balik

Kondisi Memprihatinkan Soeharto saat Lakukan Blusukan Rahasia Selama 2 Pekan, Cuma Makan Sambal Teri

Kondisi memprihatinkan Soeharto saat lakukan blusukan rahasia selama 2 pekan. Kisah ini diceritakan oleh mantan Wakil Presiden Try Soetrisno.

Penulis: Arum Puspita | Editor: Musahadah
Kolase Tribun Jambi/Ist
Kondisi Memprihatinkan Soeharto saat Lakukan Blusukan Rahasia Selama 2 Pekan, Cuma Makan Sambal Teri 

SURYA.co.id - Kondisi memprihatinkan Soeharto saat lakukan blusukan rahasia selama 2 pekan. 

Kisah ini diceritakan oleh mantan Wakil Presiden Try Soetrisno, yang berhasil dilansir dari Intisari (grup SURYA.co.id).

Dalam artikel tersebut, dijelaskan bahwa blusukan itu dilakukan secara rahasia, bahkan Panglima ABRI pun tak mengetahui rencana tersebut. 

Kejadian itu terjadi pada tahun 1974, ketikaTry Sutrisno masih menjadi ajudan Soeharto.

Suatu ketika, Soeharto tiba-tiba meminta Try untuk menyiapkan mobil dan pengamanan seperlunya.

"Siapkan kendaraan, sangat terbatas. Alat radio dan pengamanan seperlunya saja dan tidak perlu memberitahu siapa pun," perintah Soeharto seperti tercantum dalam buku Soeharto: The Untold Story.

Blusukan rahasia itu berlangsung selama dua pekan.

Yang turut serta dalam blusukan itu hanya Try, Dan Paspampres Kolonel Munawar, Komandan Pengawal, satu ajudan, Dokter Mardjono, dan mekanik Pak Biyanto yang mengurus kendaraan.

Di luar rombongan ini, hanya Ketua G-I/S Intel Hankam Mayjen TNI Benny Moerdani yang mengetahuinya.

Panglima ABRI ketika itu bahkan tidak tahu bahwa presiden Soeharto sedang berkeliling dengan pengamanan seadanya ke Jawa Tengah, Jawa Timur, dan Jawa Barat.

Di saat yang bersamaan, Indonesia memasuki tahap Pelita II.

Soeharto merasa harus turun langsung memantau pelaksanaan program-program pemerintah.

Dengan melakukan perjalanan rahasia seperti ini, Soeharto bisa melihat kondisi desa secara langsung. Ia pun bisa mendapatkan berbagai masukan dari masyarakat.

Kemudian Try menceritakan, saat blusukan itu kondisi Soeharto cukup memprihatinkan karena rombongan hanya membawa perbekalan sederhana. 

Bahkan, untuk makan pun Soeharto hanya memakan bekal yang dibawakan Ibu Tien.

“Kami tidak pernah makan di restoran, menginap di rumah kepala desa atau rumah-rumah penduduk. Untuk urusan logistik, selain membawa beras dari Jakarta, Ibu Tien membekali sambal teri dan kering tempe. Benar-benar prihatin saat itu,” tutur Try.

Meski pejalanan itu berusaha ditutup rapat, kedatangan presiden ke suatu desa akhirnya bocor sampai ke telinga pejabat setempat.

Para pejabat daerah pun geger dan memarahi Try Sutrsino karena merasa tidak diberi kesempatan untuk menyambut presiden.

2 Anak Soeharto Sering Berkelahi Waktu Kecil
2 Anak Soeharto Sering Berkelahi Waktu Kecil (Youtube via Tribun Jatim)

Try tidak bisa berbuat banyak karena perjalanan ini adalah kemauan Soeharto.

Try yang kemudian menjadi Wakil Presiden ini pun melihat Soeharto begitu menikmati perjalanan keliling berbagai desa.

Dari hasil blusukan itu dicatat dan dijadikan bahan pembahasan dalam rapat kabinet.

Saking menikmatinya perjalanan itu, Soeharto tidak protes atau pun marah saat ajudannya salah mengambil jalan hingga akhirnya tersasar.

Padahal, Soeharto mengetahui betul seluk beluk wilayah itu. Dalam ingatan Try, Soeharto ketika itu hanya tersenyum.

Berhubungan Badan Maraton 48 Jam, Pengantin Baru Wanita Tewas Mengenaskan

Perjalanan rahasia itu pun berakhir di Istana Cipanas dengan kondisi mereka kelelahan.

Try mengungkapkan, Soeharto mempersilakan para pembantunya untuk makan terlebih dulu daripada dirinya.

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved