Lifrestyle
Palimanan Resto & Cafe Hadirkan Menu Ayam dengan Teknik Masak Tertua dari Papua
Palimanan Resto & Cafe pun menghadirkan menu ayam yang dimasak dengan teknik barapen.
Penulis: Heftys Suud | Editor: Parmin
"Nah kali ini, kami menghadirkan menu Ayam Barapen yang dimasak dengan cara serupa itu. Hanya, galian tanahnya diganti dengan kendi tanah liat," papar Hugo.
Di dalam kendi, bagian bawahnya akan terlihat beberapa tumpukan batu, lalu diberi daun pisan di atasnya. Di atas daun pisang itu, ayam dengan bumbu rempah diletakkan dan ditutup kembali dengan daun pisang, sebelum dimasak.
Chef Margi Purwo yang juga merupakan Chef Palimanan Resto & Cafe menambahkan, dalam proses pemasakan ayam barapen, kuncinya ada oada timing dan suhu panas. Apabila berlebihan, hasilnya ayam akan menjadi kering atau hangus.
"Kalau di sini, masaknya kurang lebih tiga jam dengan suhu panas 180 sampai 200 derajat celcius," ungkap Margi.
Salah satu pengunjung Palimanan Resto & Cafe, Rini Puji memaparkan, rasa Ayam Barapen jauh berbeda dengan ayam bakar. Menurutnga, cita rasa Ayam Barapen lebih meresap sampai ke bagian dalam daging.
"Awalnya mau coba saya kira ini ayam nggak matang, setelah dimakan ternyata terasa matang sampai ke dalam dan bumbunya juga terasa kuat. Terus kalau ayam bakar kan biasanya bagian luarnya kering ya, nah ini sama sekali enggak, matangnya rata," papar Rini.
Selain itu, Ayam Barapen dikatakannya memiliki tekstur yang sangat lembut. Ia bahkan cukup mengenakan sendok dan garpu untuk mengurai dagingnya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/surabaya/foto/bank/originals/ayam-barapen-di-palimanan-resto-cafe-surabaya-barat-jumat-2162019.jpg)