Kamis, 30 April 2026

Parkir dengan Sistem Online di Sidoarjo Akan Ditangani Pihak Ketiga

Dari pertemuan itu, muncul pula istilah SPON (sistem parkir online). Seperti pola ojek online, warga cukup membayar parkir lewat aplikasi.

Tayang:
Penulis: M Taufik | Editor: Eben Haezer Panca
surabaya.tribunnews.com/m taufik
Jalan Gajahmada, salah satu lokasi yang bakal menjadi pilot projek penerapan sistem parkir baru di Sidoarjo 

SURYA.co.id | SIDOARJO - Sistem baru dalam pengelolaan parkir di Sidoarjo terus digodok. Sejauh ini, konsepnya mengarah pada penggunaan sistem online dan penanganannya bakal dikerjasamakan dengan pihak ketiga.

Dua poin tersebut merupakan sebagian materi yang dibahas dalam pertemuan antara Bupati Sidoarjo Saiful Ilah, Kepala Dishub Bahrul Amig, Tim dari ITS, dan sejumlah pejabat lain di Pendopo Sidoarjo, Kamis (20/6/2019).

"Masih terus dimatangkan konsepnya. Yang jelas, kami upayakan tidak ada pembayaran tunai, memanfaatkan teknologi, dan tetap mengutamakan pelayanan," jawab Bupati Saiful Ilah usai pertemuan.

Ditargetkan, sistem baru itu bisa cepat selesai dan dapat diterapkan bersamaan dengan selesainya proses revisi perda Parkir yang saat ini juga sedang digarap di DPRD Sidoarjo.

"Akan ada sejumlah perubahan dalam sistem perparkiran. Tapi perubahan itu tidak ekstrem, tetap akan memberdayakan juru parkir untuk memberi layanan di lapangan," sambungnya.

Dari pertemuan itu, muncul pula istilah SPON (sistem parkir online). Seperti pola ojek online, warga cukup membayar parkir lewat aplikasi. Tanpa karcis karena bisa pakai barcode, dan pembayarannya juga nontunai.

Petugas parkir, tetap diberdayakan di lokasi. Mereka membawa alat, kemudian warga yang parkir cukup melakukan pengecekan seperti scan barcode atau sejenisnya ke alat yang dibawa oleh jukir.

"Kita sedang berupaya menggeser sistem perparkiran dengan paradigma baru. Memanfaatkan teknologi, memberdayakan jukir dengan memberikan gaji yang layak, dan outputnya tetap pelayanan maksimal," jawab Bahrul Amiq.

Sekarang ini, konsep dan kajian sedang intens dilakukan Dishub bersama tim dari ITS. Prosesnya, sudah pada fase survei ke beberapa lokasi sebagai sampel.

"Ada tiga lokasi, yakni area parkir di Jalan Gajahmada, kawasan GOR Sidoarjo, dan Pasar Larangan," sambung mantan Kepala DLHK Sidoarjo tersebut.

Pemkab Sidoarjo Wacanakan Pengembangan Aplikasi Untuk Layanan Parkir

DPRD Sidoarjo Ingin Tuntaskan Urusan Parkir Sebelum Masa Jabatan Habis

Erwin Widodo, Kaprodi Pascasarjana Teknik Industri yang terlibat dalam kajian menyebut bahwa sistem perparkiran yang sedang disiapkan untuk Sidoarjo adalah memadukan sistem yang sedang diterapkan yakni parkir berlangganan, dengan pola-pola yang diterapkan di daerah lain, plus memadukannya dengan sejumlah karya ilmiah tentang perparkiran.

"Hasilnya seperti apa, tunggu lima Minggu lagi. Karena target kami proses ini berlangsung selama 45 hari, dan sudah start sejak minggu lalu," jawabnya.

Dalam prosesnya, ada beberapa pertimbangan utama untuk merumuskan konsep pengelolaan parkir di Sidoarjo. Yakni pertimbangan Layanan Publik yang maksimal, potensi PAD, serta pola atau sistem apa yang dibutuhkan masyarakat.

"Intinya pelayanan harus lebih baik. Apakah memakai aplikasi mobile, kartu khusus, atau bagaimana, tentu disesuaikan dengan kebutuhan masyarakat," tandasnya.

Bagaimana dengan pengelolaan? Erwin menilai, sejauh ini pihaknya condong pada keterlibatan pihak ketiga. Model kerjasamanya seperti apa, tentu masih butuh kajian lebih dalam.

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved