Kilas Balik

Telan Telur Ular Sanca Mentah, ini Sosok Mayjen (Purn) Moeng Parhadimulyo Mantan Danjen Kopassus

Sosok dan profil Mayor Jenderal TNI (Purn) Moeng Parhadimulyo tak asing lagi di kalangan prajurit Kopassus

Telan Telur Ular Sanca Mentah, ini Sosok Mayjen (Purn) Moeng Parhadimulyo Mantan Danjen Kopassus
kopassus.mil.id
Sosok Mayjen (Purn) Moeng Parhadimulyo Mantan Danjen Kopassus 

SURYA.co.id - Sosok dan profil Mayor Jenderal TNI (Purn) Moeng Parhadimulyo tak asing lagi di kalangan prajurit Kopassus.

Dari profil Mayor Jenderal TNI (Purn) Moeng Parhadimulyo, ia pernah menjabat sebagai Danjen Kopassus keempat (1958-1964).

Dilihat dari profilnya yang tertulis di Wikipedia, Mayjen TNI (Purn) Moeng Parhadimulyo tampaknya lebih fokus berkarier di pasukan baret merah.

Dilansir dari buku berjudul 'Sintong Panjaitan Perjalanan Seorang Prajurit Para Komando', aksi Moeng Parhadimulyo pernah membuat siswa komando tercengang saat ia menelan telur ular sanca mentah-mentah.

VIRAL di WA Kronologi Pasutri Berhubungan Badan Dikarciskan Rp 5.000 per Anak di Tasikmalaya

Perlakuan Bambang Trihatmodjo ke Putri Mayangsari saat Masih Jadi Suami Halimah Terkuak, Ada Fotonya

Sosok Letjen Sjafrie Sjamsoeddin, Mantan Paspampres Soeharto yang Nyaris Tembak Pengawal PM Israel

Berani Lantang di Depan Soeharto, ini Profil Jenderal M Jusuf yang Ternyata Mantan Panglima TNI

Aksi Komandan Kopassus Telan 6 Telur Ular Sanca Mentah
Aksi Komandan Kopassus Telan 6 Telur Ular Sanca Mentah (Kolase militermeter.com dan Wikipedia)

Seperti apa profil Mayjen TNI (Purn) Moeng Parhadimulyo yang aksinya cukup mencengangkan ini?

Dilansir dari Wikipedia, Mayjen TNI (Purn) Moeng Parhadimulyo lahir di Yogyakarta, 11 Januari 1925 dan meninggal dunia di Jakarta, 28 Desember 2012

Ia pernah menjabat sebagai Komandan RPKAD (sekarang Kopassus) dengan pangkat letnan kolonel, yang pelantikkannya berlangsung di Manado pada 3 Agustus 1958.

Moeng saat itu langsung terjun ke mendan operasi memimpin RTP 1 untuk Merebut Kota Tondano.

Dalam masa kepemimpinan itu terjadi perubahan baret prajurit dari warna coklat (seperti baret Artileri) menjadi warna merah.

Pada masanya juga, diciptakan pakaian pakaian dinas lapangan (PDL) loreng khusus "darah mengalir", mengantikan seragam PDL loreng lama yang digunakan prajurit para komando.

Halaman
1234
Penulis: Putra Dewangga Candra Seta
Editor: Musahadah
Sumber: Tribun Jambi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved