Berita Entertainment

Vanessa Angel Dijadwalkan Jalani Sidang Tuntutan Hari Ini, Begini Kata Kuasa Hukumnya

Artis FTV Vanessa Angel dijadwalkan menghadapi sidang tuntutan dalam kasus dugaan penyebaran konten asusila di Pengadilan Negeri Surabaya hari ini

Vanessa Angel Dijadwalkan Jalani Sidang Tuntutan Hari Ini, Begini Kata Kuasa Hukumnya
surabaya.tribunnews.com/Ahmad Zaimul Haq
Vanessa Angel saat akan menjalani sidang sebagai saksi bersama tiga muncikari, Endang Suhartini alias Siska, Tentri Novanta, dan Intan Permatasari Winindya Chasanovri alias Nindy dalam sidang lanjutan kasus prostitusi online artis di Pengadilan Negeri (PN) Surabaya, Kota Surabaya, Jawa Timur, Senin (8/4/2019). Surya/Ahmad Zaimul Haq 

SURYA.co.id | SURABAYA - Artis FTV Vanessa Angel dijadwalkan akan menghadapi sidang tuntutan dalam kasus dugaan penyebaran konten asusila di Pengadilan Negeri Surabaya, Senin (17/6/2019).

"Benar, hari ini (Senin, 17 Juni 2019) akan dibacakan tuntutan untuk Vanessa. Dan kami sudah siapkan," kata Kasi Penkum Kejati Jatim, Richard Marpaung, Senin (17/6/2019).

Saat ditanya apakah ada perlakuan khusus, Richard menyatakan tidak ada. "Nggak ada, ya dibacakan seperti biasa," jelasnya.

Dalam dakwaan sebelumnya, Vanessa Angel dijerat Pasal 27 ayat (1) UU RI Nomor 11 tahun 2008 juncto Pasal 45 ayat (1) Undang-Undang Nomor 19 Tahun 2016 tentang perubahan atas Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik Jo. Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP.

Terpisah, kuasa hukum Vanessa Angel, Abdul Malik menyatakan pihaknya akan tetap berpegang teguh pada pedomannya yakni Vanessa tidak bersalah.

"Karena ini kan chat pribadi, mana tindak pidananya. Ya, kami tetap pada pedoman kami sesuai fakta persidangan. Karena Jaksa kan tidak bisa menghadirkan saksi-saksi. Kalau dinyatakan bersalah ya 200 juta jiwa di Indonesia bisa dikenakan pasal 27 itu," kata Malik.

Dia pun tetap menghormati proses hukum yang berlaku, namun pada dasarnya dia mencari kebenaran dalam kasus kliennya ini.

"Vanessa kan chat pribadi, kalo chat pribadi bisa di ranah hukumkan 200 juta orang yang ada di Indonesia akan mengalami hal yang sama," lanjutnya.

Penulis: Samsul Arifin
Editor: Fatkhul Alami
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved