Pilwali 2020

PDIP Kapok, Tak Usung Sosok Cawali Alternatif Seperti Risma Lagi di Pilwali Surabaya 2020

PDIP Surabaya merasakan komunikasi dengan Wali Kota Surabaya, Tri Rismaharini selama 10 tahun ini biasa-biasa saja, bahkan cenderung sering putus.

PDIP Kapok, Tak Usung Sosok Cawali Alternatif Seperti Risma Lagi di Pilwali Surabaya 2020
SURYA.co.id/Pipit Maulidiya
PDIP Kapok, Tak Usung Sosok Cawali Alternatif Seperti Risma Lagi di Pilwali Surabaya 2020 

SURYA.co.id | SURABAYA - PDIP Surabaya merasakan komunikasi dengan Wali Kota Surabaya, Tri Rismaharini selama 10 tahun ini biasa-biasa saja, bahkan cenderung sering putus.

Menilik pengalaman selama 10 tahun itu, PDIP pun seolah kapok untuk mengusung cawali alternatif seperti Tri Rismaharini atau akrab dipanggil Risma.

Karena itu, Wakil Ketua Bidang Organisasi, Kaderisasi dan Keanggotaan (OKK) DPC PDIP Surabaya, Sukadar mengimbau semua elemen PDIP menjalin komunikasi yang baik jelang Pilwali Surabaya 2020.

Termasuk siapa-siapa saja calon yang berpotensi atau dimunculkan menjadi Cawali Surabaya nanti.

"Kami akan mengakomodir suara dari seluruh pengurus anak cabang (PAC) untuk kita jadikan pertimbangan dalam menentukan calon," kata Sukadar, Jumat (14/6/2019).

Sukadar enggan menanggapi potensi PDIP mengusung sosok alternatif dari luar partai seperti pada Pilwali 2010 dan 2015, di mana PDIP mengusung Risma.

Di Luar Dugaan, Prabowo-Sandi Dinyatakan Menang 52 %, Jokowi-Maruf 48 % Ini Penjelasan Kubu Prabowo

Menurut Sukadar, walaupun Risma diketahui merupakan sosok yang sukses sebagai Wali Kota Surabaya selama dua periode, namun komunikasi Risma dengan PDIP tidak terjalin intensif.

"Sepuluh tahun di dalam pemerintahan Bu Risma ini, komunikasi dengan partai biasa- biasa saja. Gol terakhir memang untuk kepentingan rakyat. Tapi, disamping itu partai politik juga punya kepentingan untuk membesarkan partai," tegas Anggota DPRD Kota Surabaya ini.

Bahkan, lanjut Sukadar, selama ini komunikasi antara eksekutif dengan partai banyak yang 'putus'.

Berbeda jika kepala daerah tersebut merupakan kader internal partai, menurut Sukadar sosok tersebut tentu akan lebih tahu bagaimana visi misi partai dan arah perjuangan partai.

Halaman
12
Editor: Iksan Fauzi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved