Berita Entertainment

Ahmad Dhani Bilang 5 Kata Ini Saat Mau Masuk Rutan Cipinang, Katanya Sudah Cukup

Kondisi Terkini Ahmad Dhani Seusai Pindah ke Rutan Cipinang, Curhatan Suami Mulan Jameela Terungkap

Ahmad Dhani Bilang 5 Kata Ini Saat Mau Masuk Rutan Cipinang, Katanya Sudah Cukup
tribun jatim/kukuh kurniawan
Kondisi Terkini Ahmad Dhani Seusai Pindah ke Rutan Cipinang, Curhatan Suami Mulan Jameela Terungkap 

"Keluhan kemarin keluhannya tidak dapat berlebaran di Jakarta bersama keluarga," ungkap Kuasa Hukum Ahmad Dhani.

Seperti yang diketahui, untuk sementara Ahmad Dhani harus mendekam di Rutan Klas I Surabaya, Madaeng, Sidoarjo untuk menyelesaikan proses sidang kasus vlog idiot di Surabaya, setelah sebelumnya di tahan di lapas Cipinang, Jakarta Timur.

Padahal, tim kuasa hukum Ahmad Dhani sudah menempuh dan mengupayakan segala cara agar mantan suami Maia Estianty tersebut bisa merayakan lebaran di lapas Cipinang Jakarta.

Namun, karena persyaratannya yang cukup menyulitkan, maka Ahmad Dhani harus tetap merayakan lebaran di Surabaya.

"Iya, di rutan, makanya kemarin itu kita juga udah koordinasi."

"Kemarin kan itu ada jeda ya dari tuntutan sampai putusan ada kurang lebih hampir 2 minggu 3 mingguan lah gitu sampai hari ini."

"Itu kita coba upayakan biar dikembalikan, ternyata prosedurnya tidak mudah, artinya tetap di tahan di sana dan itu menjadi keluhannya ya," ungkap Ali Lubis.

Akhirnya anggota keluarganya pun ikut serta merayakan lebaran di kota yang sama dengan dirinya di tahan.

"Mau tidak mau kan pihak keluarga setahu saya kemarin berkunjung ke Surabaya untuk berlebaran,"

"Kalau yang saya dapat info keluarga di sana semua, anak-anaknya juga di sana semua ya, lengkaplah sama Mbak Mulannya," ungkap Ali Lubis.

Padahal, jika Ahmad Dhani bisa merayakan lebaran di Jakarta, tentunya tidak akan menghabiskan banyak biaya.

"Kemarin kan pengennya lebaran di Jakarta bisa ketemu, artinya di sini akses lebih murah ketimbang di sana, kan ongkos lebih banyak segala macam pengeluaran lebih banyak lah, ketimbang kalau di Jakarta, itu aja keluhannya," tutup Ali Lubis.

Korban Lain Gigit Kemaluan Pelaku, Dokter Wanita ini Gigit hingga Putus Lidah Pemerkosanya

Pria di Lumajang Ini Gadaikan Istrinya Senilai Rp 250 Juta

Pantas Rujak Cingur Bu Mella Dijual Rp 60 Ribu per Porsi, ini Pengakuan Pembelinya, Katanya Wajar

Ahmad Dhani Ajukan Banding Seusai Menerima Vonis Hakim Pengadilan Negeri Surabaya

Terdakwa kasus vlog 'idiot' sekaligus musisi Ahmad Dhani divonis kurungan penjara selama 1 tahun oleh majelis hakim PN Surabaya.

Ia dinyatakan terbukti bersalah, melakukan tindak pidana melakukan pencemaran nama baik.

Vonis ini dibacakan oleh Ketua Majelis Hakim R Anton Widyopriyono. Dalam amar putusan yang dibacakannya, Ahmad Dhani dinyatakan melanggar Pasal 45 ayat (3) jo pasal 27 ayat (3) UU RI No.19 Tahun 2016 tentang Perubahan atas UU No.11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronika.

"Menjatuhkan pidana selama 1 tahun penjara, kepada terdakwa Ahmad Dhani Prasetyo," ujarnya Ketua majelis R. Anton Selasa (11/6/2019).

Vonis ini terbilang lebih ringan dari tuntutan JPU Rakhmad Hary Basuki menuntut Ahmad Dhani dengan tuntutan penjara selama 1 tahun 6 bulan

Dalam pertimbangan hakim, hal yang meringankan terdakwa bersikap sopan, kooperatif selama persidangan.

Sedangkan hal yang memberatkan terdakwa tidak menyesali perbuatannya, perbuatan terdakwa membuat saksi merasa terhina. Sebagai calon legislatif harus memberi contoh yang patut

Menanggapi putusan ini, Ahmad Dhani melalui kuasa hukumnya Aldwin Rahadian menyatakan banding

Sementara itu, Jaksa Penuntut Umum, menyatakan pikir-pikir

Sebelumnya, akibat Vlog yang dibuat di Hotel Mojopahit beberapa waktu lalu, Ahmad Dhani dilaporkan oleh sejumlah orang yang tergabung Koalisi Bela NKRI.

Mereka melaporkan pentolan grup band Dewa19 itu ke polisi, lantaran mengunggah vlog yang intinya mengandung ujaran idiot.

Atas kasus ini, Ahmad Dhani pun dijerat dengan Pasal 45 ayat (3) jo pasal 27 ayat (3) UU RI No.19 Tahun 2016 tentang Perubahan atas UU No.11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronika yang berbunyi

'Setiap Orang dengan sengaja dan tanpa hak mendistribusikan dan atau mentransmisikan dan/atau membuat dapat diaksesnya Informasi Elektronik dan/atau Dokumen Elektronik yang memiliki muatan penghinaan dan/atau pencemaran nama baik'

Penulis: Akira Tandika Paramitaningtyas
Editor: Adrianus Adhi
Sumber: Grid.ID
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved