Citizen Reporter
Hidroponik, Si Kecil Bernilai Besar Hasil Pengabdian Masyarakat Mahasiswa UKDC
“Si Kecil yang Bernilai Besar” beginilah anggota kelompok 2 FE UKDC Surabaya menyebut hasil karya pengabdian masyarakat mereka.
SURYA.co.id - “Si Kecil yang Bernilai Besar”, begitilah anggota kelompok 2 Fakultas Ekonomi Universitas Katolik Darma Cendika (UKDC) Surabaya menyebut hasil karya Pengabdian Masyarakat mereka di kawasan Kedung Baruk, Surabaya.
Judul ini terinspirasi dari kegiatan dan seluruh perencanaan yang dibuat untuk membantu mengembangkan kreativitas, menambah penghasilan, dan membuat suatu kegiatan baru bagi warga RT 04/RW 03 Kedung Baruk.
Program ini terinspirasi ketua RT setempat yang ingin menyalurkan kegiatan yang pernah dipelajarinya dari Pemerintah Kota tentang penanaman secara hidroponik.
Tetapi, karena kurangnya tenaga untuk melakukan sosialisasi, maka hal tersebut menjadi tertunda, hingga akhirnya mahasiswa UKDC datang dan menawarkan untuk bersama-sama menerapkan ide tersebut.
Hidroponik sendiri adalah suatu cara penanaman konvensional yang sebenarnya sudah dikembangkan cukup lama dalam skala kecil dan sedang populer di kalangan pertanian saat ini.
Hidroponik merupakan cara penanaman tanpa tanah. Kegiatan ini biasanya dikembangkan sebagai hobi saja dikarenakan sistem tersebut sedikit lebih susah ketimbang menanam secara konvensional di tanah yang pengaturan pupuknya bisa dibilang lebih simpel.
Menanam secara hidoponik, pada dasarnya juga sama-sama memerlukan vitamin untuk tumbuhan. Vitamin ini dapat dibeli atau dibuat sendiri.
Selain itu juga terdapat beberapa sistem penanaman. Namun di sana, yang diterapkan adalah sistem penanaman gantung atau wich.
• Mahasiswa UKDC Bantu Pembuatan Sumur di Taman Suroboyo Untuk Ringankan Perekonomian Warga
Penanaman Hidroponik dengan sistem gantung tidak memerlukan pengairan yang rumit, melainkan hanya perlu pengecekan secara berkala jika air tersebut habis atau sudah mulai jauh dari akar tanaman.
Akan tetapi sebelum tumbuhnya tanaman, perlu dilakukan penyemaian atau pembibitan terlebih dahulu.
Proses pembibitan dapat dimulai dengan menggunakan alat sederhana seperti botol bekas atau gelas bekas air mineral sebagai wadah air nutrisi, rockwool (sabut kelapa) yang dapat dibeli di toko pertanian, dan tentu saja bibit sayur yang akan ditanam.
Dengan sinar matahari yang cukup, takaran nurisi yang tepat, serta upaya menjaga agar air nutrisi tidak kering, maka tanaman hidroponik dapat berkembang dengan baik.
Selada merupakan salah satu tanaman yang sangat subur jika dibudidayakan menggunakan teknik hidroponik.
Perawatan selada juga terbilang cukup mudah dan tidak ribet. Hanya membutuhkan waktu kurang lebih dua minggu untuk proses pembibitan selada hingga mengeluarkan 2 lembar daun.
Selain selada, ada juga bayam. Sayuran yang satu ini akan tumbuh dengan baik jika ditanam secara hidroponik.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/surabaya/foto/bank/originals/hidroponik-yang-dikembangkan-mahasiswa-ukdc.jpg)