Jumat, 8 Mei 2026

Berita Surabaya

Rekapitulasi UTBK Jadi Acuan Posisi Nilai Peserta di Tingkat Nasional

Lembaga Tes Masuk Perguruan Tinggi (LTMPT) juga telah merilis rekapitulasi nasional perolehan nilai peserta ujian secara nasional di laman resmi LTMPT

Tayang:
Penulis: Sulvi Sofiana | Editor: Fatkhul Alami
Surabaya.Tribunnews.com/Sulvi Sofiana
Rekapitulasi UTBK Jadi Acuan Posisi Nilai Peserta di Tingkat Nasional 

SURYA.co.id | SURABAYA - Ujian Tulis Berbasis Komputer (UTBK) gelombang pertama telah selesai dilaksanakan. Lembaga Tes Masuk Perguruan Tinggi (LTMPT) juga telah merilis rekapitulasi nasional perolehan nilai peserta ujian secara nasional di laman resmi LTMPT.

Dari data rekapitulasi tersebut, terlihat jumlah peserta UTBK Saintek gelombang pertama sebanyak 332. 427. Dengan range nilai didominasi nilai 401 sampai 500 dan 501 sampai 600, jumlah peserta yang meraih nilai tersebut berada di atas 100 ribu peserta.

Untuk peraih nilai dengan range di atas 901 hanya sekitar 100 peserta, bahkan kosong untuk tes Kemampuan Penalaran Umum dan Pengetahuan dan Pemahaman Umum.

Sementara jumlah peserta UTBK Soshum gelombang kedua sebanyak 285.475. Dengan range nilai didominasi nilai 401 sampai 500 jumlah peserta yang meraih nilai di beberapa jenis tes berada diatas 100 ribu peserta.

Untuk peraih nilai dengan range diatas 901 hanya sekitar puluhan peserta, dan juga kosong untuk tes Kemampuan Penalaran Umum dan Pengetahuan dan Pemahaman Umum. Tetapi untuk tes Matematika Soshum jumlah peraih nilai diatas 901 mencapai 1.590.

Wakil Ketua 1 LTMPT, Prof Joni Hermana mengungkapkan dari hasil rekapitulasi yang ada peserta bisa melihat posisinya dibandingkan peserta lain secara kumulatif. Sebab semua peserta diintegrasikan nilainya secara total.

"Bisa digunakan untuk memilih prodi dan PTN yg akan dilamar saat SBMPTN dibuka nanti. Tetapi yang masalah adalah karena ini yang pertama kali diadakan, jadi tidak tahu persis berapa nilai yang akan diperlukan untuk masing-masing prodi atau PTN,"urainya ketika dikonfirmasi SURYA.co.id, Rabu (15/5/2019).

Namun, menurutnya dengan rekapitulasi tersebut visa dilihat jika nilai peserta tegolong tinggi atau maksimum maka tidak perlu ragu mendaftar ke PTN yang terbaik.

Terkait range nilai yabg bisa diterima di tiap prodi di PTN, Mantan Rektor Institut Teknologi 10 Nopember ini mengungkapkan belum bisa diperkirakan karena tergantung pada beberapa aspek di tiap prodi.

"Jadi tergantung berapa kuota yang disediakan masing-masing prodi. Berapa banyak siswa yang mendaftar di prodi tersebut dan berapa saja nilai-nilai UTBK siswa yang daftar akan sangat mempengaruhi,"lanjutnya.

Rekapitulasi yang bisa dijadikan acuan pendaftaran SBMPTN,dikatakan Prof Joni harus menunggu hasil rekapitulasi UTBK gelombang kedua.

"Semua (range pendaftar) akan diketahui setelah program pendaftaran SBMPtN dibuka,"pungkasnya.

Terpisah, Wakil Rektor IV Universitas Airlangga, Junaedi Khotib mengungkapkan saat ini masih sulit untuk menyampaikan perkiraan range nilai minimal pada tahun yang pertama menggunakan model UTBK.

"Hasil gelombang dua juga sangat menentukan pada perhitungan nilai minimal tersebut mengingat adanya dua kali kesempatan ujian untuk setiap peserta. Untuk itu saat ini tim masih melakukan simulasi dan prediksi. Semoga segera kelar,"ujarnya.

Sementara itu Unair juga masih merumuskan persyaratan tambahan yang diterapkan Unair untuk memfilter paham radikal pada calon mahasiswa baru. Yaitu dengan mensyaratkan pembuatan esai bela negara.

"Esai itu sifatnya internal untuk seleksi di Unair jadi logikanya memang setelah pendaftar diterima baru diminta membuat esai,"pungkasnya.

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved