Sabtu, 25 April 2026

Lifestyle

Modestwear Eco Friendly, Padu Padan Polyester dengan Karung Goni dari Pasar Ngemplak Tulungagung

Yelinda Kusuma Rahardjo, mahasiswa semester delapan program pendidikan Fashion Design and Bussines Universitas Ciputra mewujudkannya lewat odestwear.

Penulis: Heftys Suud | Editor: Parmin
surya.co.id/sugiharto
Modestwear dengan variasi kain goni bertema Think Globally, Act Locally karya mahasiswa Universitas Ciputra, Yelinda Kusuma Rahardjo. 

SURYA.co.id | SURABAYA - Berhijab bukan halangan bagi perempuan untuk tetap tampil modis. Banyak busana muslimah memiliki desain unik dan tetap mengikuti perkembangan zaman.

Yelinda Kusuma Rahardjo, mahasiswa semester delapan program pendidikan Fashion Design and Bussines Universitas Ciputra mewujudkannya lewat karya odestwear atau busana muslim dengan konsep Modestwear Eco Friendly.

Yelin, sapaan akrab Yelinda, mengatakan dalam konsep busana tersebut, ia memadukan polyester dan kain goni bekas sebagai variasinya. Ia menggunakan kain polyester berkualitas premium dari PT Gistex, sementara kain goninya ia dapatkan dari pasar Ngemplak, Tulungangung.

"Inspirasi awalnya saya dapat dari melihat tumpukan kain goni tidak terpakai di warung kopi depan rumah saya di Tulungagung. Saya lihat pola kain ini lucu, mirip dengan rajutan, kalau diaplikasikan ke sepatu atau tas kan sudah biasa ya. Nah ini saya coba mengaplikasikannya di baju," jelas Yelin.

Imbuhnya kain-kain goninya dikumpulkan dari beberapa pedagang dari pasar tersebut. Untuk menjaga kualitas dan sterilisasi kain goninya dari kuman, Yelin turun tangan mengolahnya sendiri sebelum siap dijahit.

Diceritakannya, dalam memproses kain goninya. Hal yang pertama ia lakukan adalah melepasi jahitan di sisi kain goni, sehingga bentuknya yang semula karung, berubah menjadi lembaran.

Setelah berbentuk lembaran, kain-kain itu dicelupkannya ke air bersih berulang kali. Sampai air bersih tidak menjadi keruh apabila dicelupi kain goni.

"Kalau nggak salah airnya diganti sebanyak 12 kali. Pokoknya kalau goni itu dicelup air bersih airnya jadi nggak keruh, saya berhenti," jelas perempuan asli Tulungagung itu.

Selanjutnya, kain-kain goni yang sudah dicelup air bersih, direndam dalam bak cairan alkohol. Proses ini, menurit Yekin berfungsi untuk membubuh bakteri yang ada pada kain tersebut.

"Setelah kainnya dipastikan bersih dan bakteri-bakterinya mati. Baru saya buatkan pola, lalu saya serahkan ke penjahit," imbunya.

Konsep busana yang dinamainya Think Globally, Act Locally itu, disebut Yelin terdiri dari 10 look dengan koleksi atasan, outer, dan bawahan dengan model celana panjang.

"Desainnya saya buat lebih ke gaya casual girly. Bisa dilihat dari adanya detail-detail bunga dari semua tema koleksi ini," paparnya yang mengaku juga suka tampil girly.

Ia pun mengatakan, tidak perlu khawatir merawa gatal saat mengenakan koleksi modestwear berbahan goni miliknya. Sebab, ia melapisi bagian bawahnya dengan polyester atau furing supaya pemakaiannya lebih nyaman.

Koleksi bertema Think Globally, Act Globally itu, disebut Yelinda ada 10 look dengan jenis busana atasan, bawahan dan outer. Kain polyester dipakainya sebagai bahan dasar busana, sementara kain goni dipakainya sebagai variasi yang membuat busananya tampak unik.

Salah satu contohnya adalah outer berwarna hitam dengan variasi kain goni dari dada sampai lengan baju atasan. Pada goni di bagian dada, Yelin tampak memasangkan detail bunga-bunga timbul yang juga dibuat dari kain goni.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved