Lifestyle

Modestwear Eco Friendly, Padu Padan Polyester dengan Karung Goni dari Pasar Ngemplak Tulungagung

Yelinda Kusuma Rahardjo, mahasiswa semester delapan program pendidikan Fashion Design and Bussines Universitas Ciputra mewujudkannya lewat odestwear.

Modestwear Eco Friendly, Padu Padan Polyester dengan Karung Goni dari Pasar Ngemplak Tulungagung
surya.co.id/sugiharto
Modestwear dengan variasi kain goni bertema Think Globally, Act Locally karya mahasiswa Universitas Ciputra, Yelinda Kusuma Rahardjo. 

Konsep busana yang dinamainya Think Globally, Act Locally itu, disebut Yelin terdiri dari 10 look dengan koleksi atasan, outer, dan bawahan dengan model celana panjang.

"Desainnya saya buat lebih ke gaya casual girly. Bisa dilihat dari adanya detail-detail bunga dari semua tema koleksi ini," paparnya yang mengaku juga suka tampil girly.

Ia pun mengatakan, tidak perlu khawatir merawa gatal saat mengenakan koleksi modestwear berbahan goni miliknya. Sebab, ia melapisi bagian bawahnya dengan polyester atau furing supaya pemakaiannya lebih nyaman.

Koleksi bertema Think Globally, Act Globally itu, disebut Yelinda ada 10 look dengan jenis busana atasan, bawahan dan outer. Kain polyester dipakainya sebagai bahan dasar busana, sementara kain goni dipakainya sebagai variasi yang membuat busananya tampak unik.

Salah satu contohnya adalah outer berwarna hitam dengan variasi kain goni dari dada sampai lengan baju atasan. Pada goni di bagian dada, Yelin tampak memasangkan detail bunga-bunga timbul yang juga dibuat dari kain goni.

Selain itu, ada juga celana panjang yang bagian atasnya terbuat dari bahan polyester, sementara bagian bawah kakinya, dari betis sampai mata kakinya diberi bahan kain goni.

Namun, seolah tak ingin memaksa pengguna busananya mengenakan kain goni. Yelin membuat sistem lepas pasang dengan bantuan zipper dan strap button.

"Ini detail atau variasi kain goninya bisa dilepas pasang. Jadi orang yang memakainya bisa double look. Kalau sedang nggak mau pakai goni bisa dilpas, dan tampilannya pun tetap unik," ujar Yelin.

Pasalnya, strap button yang dipakainya untuk menempelkan kain goni disusun dengan pola tertentu. Ada yang berbentuk garis, bunga, dan lingkaran.

Sehingga apabila kain goni dilepas, lanjut Yelin, busananya akan tampak lebih polos dengan detail bintik-bintik yang dihasilkan dari adanya strap button itu.

Halaman
123
Penulis: Hefty's Suud
Editor: Parmin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved