Selasa, 14 April 2026

Berita Surabaya

Istri Penjaga KPPS yang Meninggal Minta Pekerjaan Kepada Risma

Saat berada di rumah keluarga almarhum Hariono, Risma mengatakan ia siap membantu pendidikan anak almarhum

Penulis: Delya Octovie | Editor: Cak Sur
SURYA.co.id/Delya Octovie
Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini bersama istri almarhum Hariono, Mukholifah 

SURYA.co.id | SURABAYA - Setelah dua hari sebelumnya takziah ke rumah-rumah petugas Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KKPS) yang meninggal dunia, Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini mengunjungi keluarga almarhum Hariono yang bertugas di TPS 45, Kelurahan Kandangan, Kecamatan Benowo, Surabaya.

Almarhum merupakan petugas KPPS bagian ketertiban di TPS 45.

Saat berada di rumah keluarga almarhum Hariono Jalan Jugruk Rejosari III/10, Kelurahan Kandangan, Kecamatan Benowo, Risma mengatakan ia siap membantu pendidikan anak almarhum.

Kemudian, istri almarhum Hariono, Mukholifah, meminta pekerjaan pada Risma, dengan harapan pekerjaan tersebut dekat dengan rumahnya.

Risma langsung menghubungi Kepala Dinas Kesehatan Kota Surabaya, Febria Rachmanita dan meminta Febria untuk memberikan pekerjaan kepada Mukholifah di Puskesmas Pembantu Kandangan.

Hari Senin depan, Mukholifah akan dipanggil dan apabila sudah siap bekerja, mulai 1 Mei dia akan bekerja di Puskesmas Pembantu Kandangan.

“Saya mencoba membantulah, mengurangi beban keluarga ini,” kata Risma seusai takziah.

Mukholifan pun mengucapkan banyak terima kasih atas bantuan yang diberikan oleh Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya.

Menurutnya, memang yang paling penting adalah pendidikan kedua anaknya dan juga kebutuhan tentang pekerjaan.

"Alhamdulillah katanya bu Risma mau dibantu pendidikan anak dan juga dikasih pekerjaan. Saya sangat bersyukur,” kata Mukholifah dengan mata berkaca-kaca.

Ia kemudian menceritakan kronologi meninggalnya sang suami.

Ia menjelaskan bahwa almarhum mengalami kelelahan saat bertugas menjaga TPS 45.

Setelah pulang ke rumah, Hariono mengeluh kepada istrinya seluruh badannya terasa capai karena tidak duduk atau istirahat selama berjam-jam di TPS.

Almarhum yang merasa kelelahan, seketika tidur di rumah hingga malam hari.

Keesokan harinya, almarhum badannya terasa sakit, kemudian dibawa ke dokter praktik oleh keluarganya.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved