Breaking News:

7 FAKTA BARU Caleg yang Karpetnya Dibakar Warga Viral di Medsos, Buat Klarifikasi hingga Ada Bentrok

7 FAKTA BARU Caleg yang Karpetnya Dibakar Warga Viral di Medsos, Buat Klarifikasi hingga Ada Bentrok

Kolase SURYA.co.id
7 FAKTA BARU Caleg yang Karpetnya Dibakar Warga Viral di Medsos, Buat Klarifikasi hingga Ada Bentrok 

6. Achmad Hatari diminta keluar masjid saat singgung bantuan yang diberikannya

Dikutip dari Kompas.com (grup Surya.co.id) dalam artikel 'Tersinggung soal Perolehan Suara, Warga Kembalikan Karpet dari Caleg', Achmad Hatari juga sempat menyinggung sejumlah caleg lainnya.

Caleg yang disebutkan itu mendapatkan total suara yang signifikan di Tomalou, lebih banyak dari Achmad Hatari.

"AH menyinggung soal bantuan di Masjid Tomalou. Dari bantuan itu kata Achmad Hatari sudah diberikan, namun suara yang ia dapat di Kelurahan Tomalou tidak singnifikan," kata seorang warga, Syaiful, dikutip dari Kompas.com.

Namun, ia menyebut para caleg itu tak memberikan bantuan apa pun di daerah tersebut.

Berbeda dengan dirinya yang memberikan bantuan, khususnya untuk Masjid Tomalou.

"Dia juga sempat menyentil beberapa calon legislatif yang mendapatkan suara signifikan di Tomalou, padahal kata dia, tidak memberikan bantuan ke Tomalou,” ujarnya.

Ucapannya yang menyinggung soal bantuan itu membuat warga merasa tersinggung.

Akhirnya, mereka meminta Achmad Hatari untuk keluar dari masjid.

Mahasiswi Sidoarjo Tewas Kecelakaan di Cangar Mojokerto Usai Motor Masuk Jurang Sedalam 20 Meter

DETIK-detik Kronologi Pemotor Sport Tewas Usai Terseret Sejauh 50 Meter dan Tabrak Pohon di Tuban

7. Sempat terjadi bentrok antara warga dan Achmad Hatari

Saking emosinya, warga bahkan disebut sampai meneriaki caleg tersebut.

Dari video yang beredar di WhatsApp, sang caleg tampak diteriaki warga.

Ia sampai dilindungi sejumlah orang untuk berjalan menuju mobil. 

Seorang polisi pun turut mengawalnya.

Di sisi lain, para warga yang berhamburan di halaman masjid tampak heboh.

Mereka berteriak-teriak menyuruh sang caleg keluar dan pergi.

Di antara mereka bahkan menggusur dari karpet dalam masjid.

Karpet-karpet itu di keluarkan dari dalam masjid.

Dari suara orang merekam video itu, dijelaskan pernyataan Achmad Hatari itu mengundang protes dari warga.

Pernyataannya dinilai terlalu provokatif sehingga karpet yang ada di dalam masjid dikeluarkan sebagai bentuk protes.

Pada video itu, terlihat pula suasana di dalam masjid yang sangat kacau.

Terdengar suara seseorang menggunakan mikrofon yang mencoba menenangkan warga.

Tak hanya beredar di WhatsApp, video tersebut pun tersebar di media sosial.

Akibat kejadian ini, pihak kepolisian ikut turun tangan.

Setelah situasi kembali kondusif, polisi masih tetap berjaga.

“Anggota polres masih melakukan pejagaan dan patroli dialogis di kedua keluraham memastikan kejadian tidak berkembang,” Kapolres Tidore Kepulauan AKBP Doly Heriyadi, dikutip dari Kompas.

Selain mengeluarkan karpet dari dalam masjid, sempat terjadi bentrokan juga di antara warga.

Bentrokan itu terjadi antara warga Kelurahan Tomalou dengan kelurahan tempat asal Achmad Hatari, Kelurahan Gurabati.

Akibatnya, sempat terjadi saling lempar batu di antara mereka.

Penulis: Akira Tandika Paramitaningtyas
Editor: Adrianus Adhi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved