Korban Teller BRI di Mojokerto Sempat Ditelepon Pria Misterius dan Dapat Kiriman Pulsa
Seorang teller BRI ditangkap polisi karena mencuri uang nasabah hingga hampir Rp 2 miliar. Begini pengakuan salah satu korbannya...
Penulis: Danendra Kusumawardana | Editor: Eben Haezer Panca
SURYA.co.id | MOJOKERTO - Vionita Rizki Yuhandari (25) mantan karyawati Bank BRI Kantor Cabang Unit Pembantu (KCP) Unit Pungging, Kabupaten Mojokerto ditangkap polisi karena mencuri uang nasabah dengan cara menggandakan kartu ATM milik korban.
Kasat Reskrim Polres Mojokerto AKP Muhammad Solikhin Fery membenarkan modus yang digunakan tersangka untuk menguras uang nasabah. Vionita dapat dengan mudah menggandakan kartu ATM milik nasabah karena posisinya sebagai teller.
"Dia (Vionita) memanfaatkan posisinya. Modusnya menggandakan kartu ATM," katanya kepada Surya melalui sambungan telepon, Rabu (17/4).
Selain menggandakan, lanjut Fery, tersangka juga mencuri data-data nasabah. Tak terkecuali, password kartu ATM milik nasabah. Dengan begitu, tersangka dapat dengan mudah menguras uang nasabah hingga Rp 2 miliar.
"Otomatis, dia mengetahui password kartu ATM milik nasabah. Dia bisa menarik uang nasabah karena mengetahui password dan memanfaatkan posisinya sebagai teller," jelasnya.
Terkait jumlah nasabah yang uangnya terkuras, pihak kepolisian masih melakukan pendalaman.
"Kami masih mendalami terkait jumlah nasabah yang uangnya terkuras," lanjut Fery.
• Teller BRI di Mojokerto Kuras Uang Nasabah Hampir Rp 2 miliar. Begini Modusnya
Sementara, ditanya terkait antisipasi agar kejadian serupa tak kembali terulang, pihak BRI Kantor Wilayah Surabaya justru berkata telah menyerahkan ke pihak kepolisian. Selain itu, ditanya terkait peraturan dan tata cara nasabah bila ingin menggandakan ATM, pihak BRI juga menjawab telah ditangani pihak polisi.
"Saat ini sudah ditangani pihak yang berwajib," kata Budi Novianto selaku Pengganti sementara (Pgs) Pinwil Bank BRI Kota Surabaya melalui WhatsApp, Selasa, (16/4).
Kejadian serupa juga menimpa nasabah BRI bernama Suhartoyo (58) warga Dusun Ngepung, Desa Berat Wetan, Gedeg, Kabupaten Mojokerto. Uang yang Suhartoyo tabung di Bank BRI Simpedes dikuras oleh penipu.
Dia menceritakan, kejadian kejahatan perbankan ini terjadi pada Jumat, (18/2) sekitar pukul 15.00. Kala itu, dia tiba-tiba mendapat panggilan telepon dari nomer yang tidak dikenal.
Setelah diangkat, penelepon misterius tersebut mengaku dari pihak BRI. Penelepon menginformasikan, bila Suhartoyo mendapatkan bonus dari BRI berupa pulsa Rp 500.000. Penelepon itu bersuara laki-laki. Suhartoyo tak sempat menanyakan nama si penelepon.
Mulanya Suhartoyo tak menaruh curiga kepada penelpon. Penelepon itu kemudian menanyakan perihal pengiriman pulsa kepada Suhartoyo. Tanpa berpikir panjang Suhartoyo mengatakan bahwa bonus pulsa Rp 500.000 dikirimkan ke nomor telepon gawainya.
Tak lama penelepon memutus pembicaraan. Suhartono kemudian mengecek status pulsa. Pulsa Suhartoyo bertambah,tetapi hanya Rp 80.000 bukan Rp 500.000. Kemudian penelepon misterius kembali melakukan panggilan untuk menanyakan kiriman pulsa.
Tak seberapa lama penelepon menutup pembicaraan kembali. Tak kunjung mendapat kiriman pulsa yang dijanjikan penelepon, Suhartoyo pun curiga.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/surabaya/foto/bank/originals/ilustrasi-uang_20170523_193259.jpg)