3000 Petani Garam se-Madura dapat Akses KUR, Mudahkan Akses Permodalan
Menko Ekuin Darmin Nasution mengatakan para petani garam yang membutuhkan kredit untuk modal tidak boleh dipersulit, justru harus dipermudah
Penulis: Fatimatuz Zahro | Editor: Cak Sur
"Kalau pakai kartu begitu sudah lunas kapan aja mau ngajukan lagi bisa langsung. Nggak perlu dimintai isi ini itu. Saya akan awasi terus ini, supaya perbankan bisa menuju ke sana," pungkas Menteri Darmin.
Sementara itu, Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa mengapresiasi saat ini petani bisa mengakses KUR. Di Jawa Timur ada 13 kabupaten kota yang punya lahan produksi garam.
"Ini adalah kebahagiaan bagi masyarakat Pamekasan karena bisa disapa langsung oleh program KUR oleh bapak menteri," katanya.
Ia mengatakan, ingin menciptakan pusat unggulan di Madura sebagaimana pernah dipesankan oleh Rektor Universitas Trunojoyo Madura saat awal proses Pilgub. Salah satunya yang dorong adalah produksi garamnya.
"Maka saya berharap, Menko dan Bank Himbara saat menurunkan KUR juga ikut menyertakan perguruan tinggi, akademisi UTK yang sudah punya inisiasi ingin melahirkan sentra berlian dari laut menjadi sumber kesejahteraan masyarakat di Madura," katanya.
Terutama pemanfaatkan teknologi tepat guna seperti geomembran untuk bisa meningkatkan kualitas garam petani Madura. Sebab Khofifah bersama Menko Darmin berkesempatan untuk melihat dan mencoba langsung perbedaan garam biasa dengan yang menggunakan geomembran. Hasilnya produksi garam dengan geomembran menghasilkan garam yang lebih putih dan berkualitas tinggi.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/surabaya/foto/bank/originals/darmin-nasution-khofifah.jpg)