Berita Entertainment

Sempat Bikin Ashanty & Jerinx SID Berseteru, Anang Hermansyah Akhirnya Resmi Tarik RUU Permusikan

Sempat jadi penyebab Ashanty dan Jerinx SID berseteru, Anang Hermanysah akhirnya menarik RUU Permusikan

Sempat Bikin Ashanty & Jerinx SID Berseteru, Anang Hermansyah Akhirnya Resmi Tarik RUU Permusikan
KOMPAS.com/IRA GITA
Anang Hermansyah Akhirnya Resmi Tarik RUU Permusikan 

Mungkin saya orang yang awam akan musik, tapi perjuangan suami sy di DPR bukan cari makan??? anang dulu orang yang anti politik kenapa masuk DPR???". 

Ashanty pun membantah jika suaminya masuk DPR untuk mencari makan. 

"Saat manggung kita masih banyak loh mas 5 tahun lalu. juri Idol juga masih dipakai, Bahkan tahun ini akan dipakai lagi!!!

Bukan orang sepi job terus cari makan di DPR??? Alamdulillah kita cari makan kerja keras pagi ampe malam bisnis aja mas!! Suami saya masuk DPR hanya 1 niatnya , memperjuangkan UU musik,

Kenapa? pasti mas lebih tau karena banyak musisi lagu dan ciptaannya dipakai tapi ngga dapat royalti, hidup tuanya susah, mau berobat aja susah.

Anang masih bisa kok hidup tanpa royalti karena kia masih kerja, tapi suami saya nggak mikirin diri sendiri...."

Ashanty juga mengingatkan netizen yang telah berkomentar kasar ke suaminya.  

"Dan buat yang udah comeny di tweet maupun instagram, ati2 sekarang ada UU ITE loh!!! aku udah capture semua, belajar dulu sebelum commet!! Biar indonesia lebih mau dan cerdas,".

Tak cuma itu, Ashanty juga mengunggah sebuah berita tentang pembelaan Anang Hermansyah kepada SID saat dilarang tampil di Bali. 

Berikut unggahan Ashanty selengkapnya: 

Anang Hermansyah Temui Koalisi Penolak RUU Permusikan

Ada niat mulia penyanyi sekaligus pencipta lagu yang juga anggota legislatif Komisi X DPR RI Anang Hermansyah di balik usulannya mengajukan rancangan undang-undang (RUU) Permusikan. 

Anang Hermansyah rupanya memikirkan masa depan dan masa tua para pelaku seni musik di tanah air. 

Hal itu diungkapkan Anang Hermansyah saat menemui seratusan pelaku musik yang tergabung dalam Koalisi Nasional Tolak RUU Permusikan di Cilandak Town Square, Jakarta Selatan, Senin (4/2/2019).

"Banyak musisi yang mencibir apa yang Anang bisa lakukan sebagai anggota partai. Hal itu yang justru akhirnya mendorong saya untuk masuk parlemen dan perjuangkan profesi (musisi) ini," ucap Anang dalam jumpa pers di Cilandak Town Square, Jakarta Selatan, Senin (4/2/2019).

Menurut Anang, tujuan dibuatnya RUU Permusikan adalah untuk membuat musik Tanah Air dan para pelakunya menjadi lebih sehat dan berjalan dengan baik, bukan sebaliknya.

"Saat ini kan kita masih lihat senior senior (pemusik) yang sakit, akhirnya kita buat penggalangan dana segala macam," ungkap Anang.

"Tapi Mau sampai kapan begitu? Padahal karyanya beliau masih diputar di mana-mana. Siapa yang pikirkan royaltinya dia?" sambungnya.

Sementara menurut Glenn Fredly, wacana RUU Permusikan ini sudah ada sejak beberapa tahun lalu, ia menganggap hal ini perlu diperhatikan karena banyak pelaku musik Tanah Air yang tak diperhatikan selama ini.

"Tahun 2017, saya akhirnya bertemu dengan Mas Anang. Itu pertama kalinya saya duduk bareng beliau. Saya usulkan untuk mendirikan KAMI (Kami Musik Indonesia). Tujuan KAMI adalah mengawal ide pengelolaan dan perlindungan musik," ucap Glenn saat ditemui di lokasi yang sama.

Anang Hermansyah dan Gledd Fredly saat membahas RUU Permusikan.
Anang Hermansyah dan Gledd Fredly saat membahas RUU Permusikan. (kompas.com)

"Tahun 2018, saya dan KAMI menginisiasi untuk membuat konferensi musik pertama yang pertemukan tiga komponen, pemerintah, private sector (swasta), dan musisi. Kami hasilkan 12 rencana aksi yang dirumuskan oleh teman-teman yang datang ke konferensi musik itu di Ambon," sambung Glenn.

Berkait polemik yang ditimbulkan oleh draf RUU Permusikan, Dr Inosentius Samsul, salah satu tim perumus draf tersebut turut melontarkan pendapatnya dalam diskusi dengan para musisi.

Inosentius mengatakan bahwa RUU ini belum bersifat final, sehingga pasal-pasal yang terdapat di dalamnya masih bisa diperbaiki dengan mengkaji ulang.

"Kami membuat rangka dan kalian sebagai stakeholder utama (musisi) tinggal mengisi. Kalau ada kekurangan silakan bilang dan kami buka diri untuk berdiskusi dan memperbaiki naskah. Proses ini masih panjang. Ini hanya satu contoh Undang Undang di DPR. Tahun ini kami tangani 54 rancangan Undang Undang," ungkap Inosentius.

"Membuat RUU itu sangat penuh dinamika, pandangan, dan kepentingan. Makanya wajar jika dikritik. Sebuah anugerah ketika kami diberi respons positif begini," sambungnya.

Pertemuan ini merupakan salah satu bentuk pelurusan atas kesalahpahaman yang terjadi di antara musisi terhadap draf RUU Permusikan.

"Intinya, ini masih rencana dan kalau ada yang kurang bisa dicoret saja. Ini masih produk awal, proses masih panjang," pungkas Inosentius.

Seperti diketahui, sejumlah pasal di RUU Permusikan mendapat reaksi keras dari sejumlah penyanyi dan pencipta lagi, termasuk Jerinx SID

Jerinx SID bahkan menyebut Anang Hermansyah jiwanya politisi tetapi mencari makan di musik.

Di bagian lain, sejumlah musisi menilai bahwa pasal 5, pasal 32, dan pasal 50 dalam RUU Permusikan yang digulirkan oleh Komisi X DPR RI ini tidak sejalan dengan usaha mendukung produktivitas musisi dalam berkarya.

Enggan berpolemik dengan rekan-rekannya, Anang justru memahami kegelisahan teman-teman musisinya terhadap pasal-pasal tersebut.

"Saya bisa memahami kegelisahan teman-teman terkait dengan pasal 5 RUU Permusikan ini, itu bisa didiskusikan dengan kepala dingin," kata Anang melalui keterangan tertulis yang diterima Kompas.com, Jumat (1/2/2019).

Sebagai informasi, pasal 5 dalam RUU Permusikan berisi tentang beberapa larangan bagi para musisi: dari mulai membawa budaya barat yang negatif, merendahkan harkat martabat, menistakan agama, membuat konten pornografi, hingga membuat musik provokatif.

Dalam pembuatan sebuah UU yang baik, kata Anang, harus berlandaskan pada tiga landasan, yakni filosofis, yuridis, dan sosiologis.

Menurut Anang, isu kebebasan berekspresi yang disandingkan dengan norma dalam pasal 5 harus dikembalikan pada ketentuan tentang HAM sebagaimana diatur dalam UUD 1945.

"Isu kebebasan berekspresi dan berpendapat, pada akhirnya dihadapkan padal Pasal 28J ayat (2) UUD 1945 bahwa kebebasan itu dibatasi dengan UU yang mempertimbangkan nilai moral, agama, keamanan dan ketertiban umum dalam bingkai negara demokrasi," ujar Anang.

Ayah empat anak itu juga menjelaskan maksud dari pasal 32 dalam RUU Permusikan yang mengatur mekanisme uji kompetensi terhadap profesi musisi.

"Belum lagi syarat sertifikasi yang harus dimiliki jika musisi hendak tampil di pentas internasional. Tapi, apa pun masukan dari stakeholder sangat berarti dalam proses pembahasan RUU ini," kata dia.

Ia menuturkan persoalan sertifikasi telah menjadi kebutuhan merujuk keberadaan Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia (SKKNI) yang merupakan hasil ratifkasi dari Regional Model Competency Standard (RMCS) dari International Labour Organization, Organisasi Buruh Internasional di bawah PBB.

"Memang tampak absurd mengukur karya seniman dan musisi melalui uji kompetensi dan sertifikasi. Namun, globalisasi dan perdagangan bebas menuntut situasi seperti ini. Tapi semua harus kita diskusikan lebih detail kembali," kata Anang.

5 Fakta Rayhan Siswa di Aceh yang Tewas Dianiaya Seniornya Karena Hutang, Ini Curhatan Terakhirnya

Viral di Whatsapp (WA) & Medsos Pria Tangkap King Kobra 4 Meter, Malah Jadi Buronan Departemen Satwa

Bulan Madu Dirahasikan Sang Adik, Syahrini Justru Bocorkan Kondisi Kamarnya bersama Reino Barack

Nikita Mirzani Ngaku Tahu Hubungan Syahrini & Reino Barack Sebelum Nikah, Sosok Ini yang Membocorkan

*Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Anang Hermansyah Resmi Tarik Usulan RUU Permusikan dari Baleg"

Penulis: Putra Dewangga Candra Seta
Editor: Musahadah
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved