Kamis, 30 April 2026

Berita Blitar

Kronologi Suami Bunuh Istri dan Bayi 6 Bulan yang Digendong Ibunya di Blitar

Pembunuhan sadis menimpa seorang ibu dan bayinya di Blitar, Sabtu malam (16/2/2019).

Tayang:
Penulis: Imam Taufiq | Editor: Parmin
surya.co.id/imam taufiq
Kondisi korban Ny Sri Dewi (25) dan banyinya Vika (6 bulan) yang tewas setelah dianiaya suaminya, Sabtu malam (16/2/2019). 

SURYA.co.id | BLiTAR - Pembunuhan sadis menimpa seorang ibu dan bayinya di Blitar, Sabtu malam (16/2/2019). 

Ny Sri Dewi (25) dan Vika, bayi perempuannya, yang berusia 6 bulan, Warga Dusun Sumbermanggis, Desa Sumberurip, Kecamatan Doko, Kabupaten Blitar dihabisi suaminya, Nardi (35), dengan ditusuk linggis dan pisau dapur.  Ibu dan banyi ini akhirnya tewas.

Tak pelak, ketenangan warga di lereng Perkebunan Cengkeh, malam itu mendadak berubah gempar.

Meski malam itu sedang hujan gerimis, namun warga langsung semburat keluar rumah, untuk memastikan kejadian tersebut.

Entah sengaja atau tidak, pelaku melukai korban saat berada dalam gendongan ibunya. Ditemukan, banyak luka di bagian kepalanya.

"Bayinya itu sedang digendong ibunya, sehingga kena tusukan juga. Lukanya juga cukup banyak, seperti yang dialami ibunya," kata AKP Sunardi, Kapolsek Doko, Minggu (17/2).

Selang dua jam dari peritiswa pembunuhan yang menggegerkan warga dusun di lereng Gunung Gogonitri itu, pelaku langsung ditangkap.

Suami Bunuh Istri dan Anak di Blitar Diduga Depresi, Ini 7 Fakta terkait Kasusnya

Saat ditangkap, pelaku tidak kabur atau melawan, namun lagi terdiam di dapur rumahnya sambil memegangi linggis dan pisau.

"Saat kami datangi, ia terdiam di dapur sambil memegangi linggis dan pisau, yang habis dipakai menganiaya istri dan bayinya," ungkapnya.

Hingga Minggu (17/2/2019) siang, kasus pembunuhan itu belum diketahui motifnya.

Namun, informasinya peristiwa itu dipicu masalah sepele. Pelaku tak terima diingatkan istrinya agar jangan mengganggu perempuan lain.

Entah kabar itu benar atau tidak, namun teguran istrinya itu membuat pelaku yang dikenal sebagai tengkulak Cengkeh di desanya itu langsung kalap.

"Kalau pemicunya tak ada yang tahu pasti meski keluarga sendiri. Cuma, kabarnya, sebelum kejadian malam itu, mereka cekcok mulut, dan menyebut-nyebut kasus seperti itu (ada wanita lain yang disebut-sebut pada cekcok mulut itu)," ujar seorang perempuan berusia 22 tahun, yang mengaku saudara korban.

Bahkan, cekcok mulut itu sudah berlangsung beberapa hari. Intinya, ya terkait keretakan rumah tangganya. Puncaknya, Sabtu (16/2) petang kemarin, mereka bertengkar hingga malam hari.

Padahal, mereka itu masih menumpang jadi dengan orangtua si korban meski sudah punya dua anak.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved