Sambang Kampung Sidosermo
Alifia Mengaku Senang Dapat Banyak Ilmu dari Tiara Handicraft
Ditemani alunan lagu dari sebuah radio model lawas, belasan pekerja Tiara Handicraft tampak sibuk mengerjakan bagiannya masing-masing.
Penulis: Delya Octovie | Editor: Parmin
"Untuk bidang pekerjaannya, kami menyesuaikan anak-anak supaya mereka tidak terpaku pada satu bidang saja. Jadi kami selain buat produk dari kain perca, kami juga ada usaha sablon. Nah, tinggal mereka mau dan cocok dengan yang mana, karena harus berdasarkan kesenangan mereka juga," jelasnya.
Ia bercerita, ketika awal membuka usaha di tahun 1995, ia tidak langsung memperkerjakan ABK.
Baru sekitar setahun setelah itu, ia membuka pandangannya, bahwa ABK juga membutuhkan pekerjaan.
"Wajar lah mereka diberi kesempatan, mereka juga punya kesempatan yang sama dengan yang lain. Kerjanya di bidang produksi, sampai akhirnya ada yang sudah buka usaha sendiri. Kebanyakan masih di bidang tekstil, tapi ada juga yang jual kotak hantaran," katanya.
Bila ada pekerjanya yang berhasil membuka usaha sendiri, Titik menyebutnya sebagai sebuah kepuasan bagi dirinya sendiri.
Ia turut senang bila mereka tidak hanya lepas dari bantuan orang lain, tapi bahkan membuka lapangan pekerjaan bagi orang lain.
Titik meyakini, ABK tidak cukup mengasah diri lewat sekolah saja, karena pada akhirnya mereka harus bisa melindungi diri sendiri.
"Jangan takut memperkerjakan mereka, selagi kita masih bisa mengupayakan pembelajaran, bisa dimampukan dari keberadaan mereka," ucapnya.
Bersama mitra kerja ABK-nya, Titik berhasil meraup omzet per bulan mulai Rp 20 juta-Rp 25 juta.
Di tahun 2002, ia sempat mengikuti pameran di Jeddah dan Singapura, sehingga lingkup pesanannya meluas mencapai berbagai negara seperti Brazil dan Amerika Serikat.
Tiga tahun kemudian, ia didaulat berpidato di forum Internasional dan PBB, dan mendapat Piagam Tanda Kehormatan dari mantan presiden, Susilo Bambang Yudhoyono.
Ia juga berhasil menjadi pemenang Lomba Karya Penanggulangan Kemiskinan Kategori Perseorangan Tingkat Kota Surabaya pada tahun 2013, dan mendapat piagam penghargaan dari Walikota Surabaya Tri Rismaharini.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/surabaya/foto/bank/originals/titik-winart-pemilik-tiara-handicraft.jpg)