Pemilu 2019

Mahfud MD Bandingkan Pemilu Orba dan Sekarang, juga Prediksi yang Terjadi Pada KPU Usai Coblosan

Mantan ketua Mahkamah Konstitusi (MK), Mahfud MD turut menjadi pembicara di acara ILC TV One dengan tema "Menguji Netralitas KPU", Selasa (9/1/2019).

Mahfud MD Bandingkan Pemilu Orba dan Sekarang, juga Prediksi yang Terjadi Pada KPU Usai Coblosan
Kolase Tribunnews.com
Mahfud MD Bandingkan Pemilu Orba dan Sekarang, juga Prediksi yang Terjadi Pada KPU Usai Coblosan saat menjadi pembicara di ILC TV One, Selasa (9/1/2019). 

SURYA.co.id - Mantan ketua Mahkamah Konstitusi (MK), Mahfud MD turut menjadi pembicara di acara ILC TV One dengan tema "Menguji Netralitas KPU", Selasa (9/1/2019) malam.  

Kendati tak bisa hadir di lokasi acara, namun, Mahfud MD masih bisa video call. Dalam kesempatan itu, mantan Menteri Pertahanan era Presiden Gus Dur itu lebih memberikan masukan kepada KPU RI.

Tidak seperti pembicara sebelumnya, KPU seolah menjadi sasaran empuk kritik oleh Tim Sukses pasangan calon. Bahkan, pengamat politik Rocky Gerung yang datang malam itu juga mengkritik keras KPU RI.

Di ILC TV One, Rocky Gerung Singgung Wajah Capres-Cawapres Berpotensi Mempermalukan Publik

Jenguk Ustadz Arifin Ilham Sakit, Capres Prabowo Subianto Ditunjukkan Video Ini

Mahfud MD meminta KPU RI tetap tegar dan tahan banting menghadapi kritikan yang muncul dari berbagai pihak. Kritikan itu muncul karena KPU mengeluarkan beberapa kebijakan yang menuai perdebatan.

Di antaranya soal pembatalan pemaparan visi dan misi pasangan capres cawapres serta bocoran kisi-kisi saat debat capres cawapres.

12 Anggota DPRD Kota Malang Diborgol dan Pakai Rompi Oranye Naik Kereta Api Menuju Surabaya

PKS Harus Bayar Rp 30 M kepada Fahri Hamzah Setelah Kasasi di MA Ditolak, Tenggat Waktu Seminggu

"Apapun yang dilakukan KPU pasti ada yang ngritik. Yang ingin saya katakan, bahwa KPU akan selalu menghadapi kritik apa pun yang dilakukan, karena mengritik itu bagian dari kampanye dari orang yang mengritik," kata Mahfud MD.

Mahfud MD lantas membandingkan penyelenggaran pemilu era orde baru dengan era reformasi.

Ia menyebut penyelenggaraan pemilu di era sekarang jauh lebih baik ketimbang pada zaman orde baru.

Dulu, pemilu diselenggarakan oleh Lembaga Pemilihan Umum (LPU) di bawah Kementerian Dalam Negeri.

"LPU yang dipimpin Kemendagri bisa memprediksi hasil pemilu jauh sebelum pemilu dilakukan, dan prediksinya tanpa survei dan benar. Kedua, di zaman ore baru, pemilu bisa diubah oleh penyelenggara hasilnya," ucapnya.

Halaman
123
Editor: Iksan Fauzi
Sumber: Tribun Bogor
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved