Ketua ICMI Jatim Beri Dukungan Pribadi Kepada Prabowo-Sandi, Begini Alasannya
Ketua ICMI Jatim Ismail Nachwu, memberi dukungan secara personal kepada Pasangan Calon Presiden dan Wakil Presiden, Prabowo Subianto - Sandiaga Uno
Penulis: Bobby Constantine Koloway | Editor: Eben Haezer Panca
SURYA.co.id | SURABAYA - Ketua Ikatan Cendekiawan Muda Indonesia (ICMI) Jawa Timur, Ismail Nachwu, memberikan dukungan secara personal kepada Pasangan Calon Presiden dan Wakil Presiden, Prabowo Subianto - Sandiaga Uno.
Ismail menilai pasangan nomor urut dua ini mampu mengentaskan masalah ekonomi di Indonesia.
"Kami sangat mendukung Pak Prabowo dan Mas SandI. Kami berharap ada perubahan di bidang ekonomi menuju ke arah yang lebih baik," kata Ismail ketika dikonfirmasi di Surabaya.
"Sebagai pribadi sekaligus pelaku bisnis, kami merasakan betul betapa bidang ekonomi ada masalah. Utamanya soal pemerataan," lanjut lulusan Fakultas Adab IAIN Sunan Ampel Surabaya ini.
"Kita tahu negeri ini salah satu problemnya adalah menghadapi ketimpangan sosial. Untuk bisa menghadapi Ratio gini yang baik solusinya adalah memilih kepemimpinan yang baik, kuat, tidak didikte kekuatan luar," lanjutnya.
Kriteria ini menurutnya ada pada figur Prabowo-Sandi. Menurutnya, semangat perjuangan Prabowo-Sandi menunjukkan semangat menumbuhkan ekonomi rakyat.
"Hadirnya kepemimpinan nasional baru di bawah Prabowo - Sandi, kami optimistis problem ekonomi akan bisa terselesaikan. Utamanya, bukan sekadar pertumbuhan, namun pemerataan," jelasnya.
Kata Ismail, masalah pemerataan pertumbuhan ekonomi saat ini belum banyak diatasi oleh pemimpin saat ini.
"Ini yang menjadi ledakan persoalan di negeri ini. Hal ini yang kami harapkan nantinya soal pemerataan keadilan menjadi tanggungjawab bersama, utamanya oleh pemerintah," tegasnya.
"Oleh karena itu, kami mendukung Pak Prabowo - Sandi, sebab kami melihat adanya tawaran dan gagasan serta program riil. Kami tahu Pak Prabowo-Sandi adalah teruji kapasitas dan integritasnya," pungkasnya.
Meskipun memberikan dukungan, ia menegaskan bahwa dukungan ini bukan atas nama organisasi. Melainkan, keputusan pribadi. "Kalau soal organisasi, kami menyerahkan kepada pengurus pusat," pungkasnya.
Pernyataan Ismail ini cukup menarik mengingat pada 2017 silam, Ikatan Cendikiawan Muslim Indonesia menyatakan mendukung Joko Widodo untuk menjabat presiden RI selama dua periode.Pernyataan ini disampaikan Ketua Ikatan Cendikiawan Muslim Indonesia (ICMI) Jimly Asshiddiqie.
"Dengan tetap senantiasa berpikir kritis, tidak perlu dan tidak boleh ragu lagi untuk mendukung pemerintahan Presiden Joko Widodo selama sepuluh tahun," ujar Ketua Ikatan Cendikiawan Muslim Indonesia (ICMI) Jimly Asshiddiqie seusai bertemu Presiden Jokowi di Istana Kepresidenan Bogor, Jumat (8/12/2017).
"Bukan untuk kepentingan orang per orang, melainkan semata-mata untuk kemajuan bangsa dalam jangka panjang," lanjut dia.
ICMI berpendapat, pembangunan sebuah negara memerlukan proses yang panjang, tidak cukup hanya lima tahun. Pola kepemimpinan pemerintah di Indonesia sendiri hanya memungkinkan seorang presiden menjabat lima tahun dengan maksimal dua periode.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/surabaya/foto/bank/originals/ketua-icmi-jatim-dukung-prabowo-sandi.jpg)