Berita Blitar
Burhanudin Kenalkan Kampung Gerabah Dusun Precet, Plumpungrejo, Kademangan jadi Wisata Edukasi
Dusun Precet, Desa Plumpungrejo, Kecamatan Kademangan, selama ini dikenal sebagai pusat perajin gerabah di Kabupaten Blitar.
Penulis: Samsul Hadi | Editor: Parmin
SURYA.co.id | BLITAR - Dusun Precet, Desa Plumpungrejo, Kecamatan Kademangan, selama ini dikenal sebagai pusat perajin gerabah di Kabupaten Blitar. Sedikitnya, ada 200 perajin yang sampai sekarang masih setia membuat kerajinan perkakas dapur berbahan tanah liat di kampung itu.
Saat ini, kampung itu sedang dikembangkan menjadi kampung wisata edukasi gerabah. Selain membeli gerabah, pengunjung juga bisa belajar cara membuat kerajinan gerabah di kampung itu.
"Sejak 2014, kami mulai mengembangkan kampung ini menjadi kampung wisata edukasi gerabah," kata M Burhanudin (31), salah satu perajin gerabah di kampung itu, Minggu (6/1/2019).
Burhan, panggilan akrab M Burhanudin, bisa dibilang sebagai motor penggerak yang menjadikan kampung itu menjadi kampung wisata edukasi gerabah. Burhan merupakan generasi kedua perajin gerabah di kampung itu.
Ayahnya, Sumadi, merupakan perajin gerabah paling lama di kampung itu. Kini, ayahnya sudah pensiun menjadi perajin gerabah. Ayahnya menyerahkan usaha kerajinan gerabah ke Burhan. Sejak itu, Burhan mulai mengembangkan kerajinan gerabah milik ayahnya.
"Saya mulai mengelola usaha ini sejak 2008. Ayah saya sudah tua dan meminta saya meneruskan usaha ini," ujarnya.
Sejak itu, Burhan mulai berinovasi mengembangkan kerajinan gerabah itu. Dia mulai membuat kerajinan lain berbahan tanah liat. Jika sebelumnya ayahnya hanya membuat kerajinan kendi, tungku, kuali, cowek, dan wajan penggorengan kopi, dia mulai mengembangkan membuat vas, pot, celengan, guci, dan souvenir lainnya.
Sistem pemasarannya juga dikembangkan secara online. Dia menawarkan kerajinannya lewat media sosial. Dengan sistem itu, penjualan kerajinannya bisa merambah ke Bali dan Kalimantan.
"Kalau dulu sistem pemasarannya masih manual. Variasi kerajinannya juga belum sebanyak ini," katanya.
Tak puas di situ, Burhan ingin ada nilai lebih dari kampung gerbah di desanya. Dia ingin menjadikan kampung itu menjadi tempat wisata edukasi gerabah. Kebetulan, pada 2014, Burhan terpilih ikut ajang pemuda pelopor di Kabupaten Blitar.
Kesempatan itu dia gunakan untuk mewujudkan niatanya menjadikan kampungnya sebagai kampung wisata edukasi gerabah. Dia membawa materi kampung gerabah di ajang pemuda pelopor Kabupaten Blitar. Tak disangka, dia menjadi juara umum di ajang pemuda pelopor.
Berkat itu, Burhan mendapat dukungan dari Pemkab Blitar dan desa untuk mengembangkan kampung wisata edukasi gerabah di desanya. Pemerintah membangunkan gapura bertuliskan kampung gerabah di desa itu. Pemerintah juga memberikan pelatihan bagi perajin gerabah di desa itu.
"Niat saya hanya ingin mengenalkan ke masyarakat kalau di Kabupaten Blitar ada sentral kerajinan gerabah. Saya juga ingin kampung ini menjadi jujukan bagi masyarakat yang ingin membeli maupun belajar cara membuat gerabah," katanya.