Pilpres 2019
Giring PBB Dukung Jokowi-KH Maruf Amin, Novel Bamukmin : Yusril Berkhianat kepada Caleg PBB
Keputusan Ketum Partai Bulan Bintang (PBB) Yusril Ihza Mahendra memberi isyarat PBB dukung Jokowi-KH Maruf Amin direaksi dari internal partainya.
SURYA.co.id | JAKARTA - Keputusan Ketua Umum Partai Bulan Bintang ( PBB) Yusril Ihza Mahendra yang memberi isyarat PBB dukung Jokowi-KH Maruf Amin direaksi dari internal partai.
Salah satunya oleh Caleg PBB, Novel Bamukmin. Ia mengaku kecewa dan tertipu dengan sikap Yusril yang menggiring PP dukung Jokowi-KH Maruf Amin. Namun, ia mengaku tak bisa mundur dari pencalegan.
"Saya sebagai caleg tidak bisa mundur sesuai peraturan KPUD. Namun, kami para caleg pastinya kecewa yang sudah membentuk tim perlawanan dengan nama PAS Lantang, yang setia mengikut ijtima ulama ke-2 dan menjalankan amanat umat Islam yang percaya terhadap partai berlandaskan syariat Islam," kata Novel Bamukmin saat dihubungi, Sabtu (1/12).
• Reaksi Gus Ipul soal Pakde Karwo Mutasi 270 PNS Pemprov Jatim : Aneh, Ada Mutasi Besar-besaran
• Reuni Akbar Alumni 212 - Jika Prabowo Datang Jadi Tamu Kehormatan, PA 212 Sarankan Jokowi Tak Hadir
• Reuni Akbar Alumni 212 - PKS dan HTI Kerahkan Massa, Boni Hargens Sebut Gerakan Politik Oposisi
Menurut Novel Bamukmin, Yusril telah berkhianat pada PBB, terutama pada para caleg yang menaruh harapan saat masuk ke PBB akan mendukung calon penantang Prabowo-Sandi dan mengikuti ijtima ulama ke-2.
"Saya tidak kaget, cuma langkah YIM ( Yusril Ihza Mahendra) menambah kejelasan saja, bahwa YIM telah sangat berkhianat kepada PBB, khususnya kami para caleg yang ketika masuk ke PBB harapan kami ganti presiden dan juga mengikut ijtima ulama ke-2," ujar Novel Bamukmin.
Novel pun merasa ditipu oleh Yusril karena selama ini telah menjalin komunikasi politik dengan Presiden Jokowi.
"Kalau memang sudah lama menjalin kepentingan politik dengan Jokowi, seharusnya jujur dong, sampaikan kepada para kader dan caleg yang mau bergabung, sehingga kami tidak merasa ditipu mentah-mentah dengan mempermainkan janji-janjinya," imbuh dia.
Ia juga menyayangkan keputusan Yusril menjadi pengacara pasangan Jokowi-KH Maruf Amin dengan alasan profesionalisme. Namun belakangan mengkritik kubu Prabowo-Sandiaga Uno.
Padahal, Novel mengaku tertarik bergabung ke PBB karena sebagai Partai Islam, karena sosok Yusril yang mengkritik pemerintah serta satu visi untuk mengganti presiden.
"Katanya urusan pribadi, profesionalisme sebagai lawyer, namun ijtima ulama ke-2 dikritisi dan Prabowo pun dikritisi juga. Wah, ini contoh seburuk-buruknya pemimpin," kata dia.
Yusril Ihza Mahendra selaku Ketua Umum PBB dukung Jokowi-KH Maruf Amin. Hal itu disampaikannya usai melakukakan pertemuan dengan Presiden Jokowi di Istana Kepresidenan Bogor, Jawa Barat, Jumat (30/11).
Keputusan resmi arah koalisi PBB dukung Jokowi-KH Maruf Amin akan diputuskan dalam Rapat Kerja Nasional (Rakernas) PBB pada awal Januari 2019.
"Insya Allah nanti akan diputuskan bulan Januari, nanti akan ke sana arahnya (dukung Jokowi-Ma'ruf), kan sudah sama-sama," kata Yusril
Menurut Yusril, keputusan dukungan untuk pasangan capres-cawapres Jokowi-KH Maruf Amin sudah dibicarakan dengan semua pimpinan PBB dan tidak ada seorang yang menolak.
"PBB tentu ada dinamika, ada pro an kontra, biasalah, karena itu kami mengatakan nanti ada rapat koordinasi nasional bulan Januari, jadi sudah panjang waktunya," ujar Yusril yang saat pertemuan juga membawa map berlogo PBB.
Sekertaris Jenderal PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto menyambut baik sikap Yusril Ihza Mahendra yang menyatakan PBB dukung Jokowi-KH Maruf Amin.
Hal itu menjadi energi positif untuk kubu Jokowi-KH Maruf Amin.
Bagi Hasto yang juga Sekertaris Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi-Ma'ruf, dukungan dari PBB akan memperkuat kemenangan Jokowi-Ma'ruf di Pilpres 2019.
Terlebih, pemilu merupakan upaya dalam menggalang dukungan dari seluruh elemen.
Didukung internal PBB
Pengamat politik Universitas Paramadina Hendri Satrio berpendapat kemungkinan besar keputusan Yusril mendukung pasangan Jokowi-KH Maruf Amin akan diikuti oleh internal PBB. Dan hal itu tidak mengejutkan.
"Justru akan sangat mengejutkan bila nanti diputuskan PBB tidak mendukung Jokowi-Ma'ruf," ujar Hendri.
Sebab, setelah Yusril memutuskan untuk menjadi pengacara untuk pasangan Jokowi-Ma'ruf, diyakini dia telah berkonsolidasi dan berkoordinasi dengan internal PBB.
Selain itu, suara menolak mendukung Jokowi-Ma'ruf dari internal PBB sendiri semakin berkurang.
Hendri melanjutkan, hal yang patut dipertanyakan adalah apakah dukungan Yusril maupun PBB nantinya akan diikuti akar rumput PBB sendiri atau tidak.
"Yang harus dipertanyakan sebetulnya, akan seberapa solid kader dan loyalis PBB menuruti dan sepakat untuk mendukung Jokowi-KH Maruf Amin?" ujarnya.
Menurut Hendri, belum tentu suara akar rumput PBB dukung Jokowi-KH Maruf Amin sepenuhnya. Sebab, bisa saja dukungan PBB ini menjadi 'spiral of silence' kepada Jokowi.
"Artinya, jangan sampai kelihatannya saja angka pendukungnya bertambah, padahal akar rumputnya enggak mendukung," tukasnya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/surabaya/foto/bank/originals/yusril-ihza-mahendra-ajak-prabowo-sumpah-pocong-soal-ucapan-partai-buatan-bowo.jpg)