Techno

Korban Kloning Akun WhatsApp (WA) Terjadi di Makassar, Chat Minta Uang ke Teman, Begini Modusnya!

Korban Kloning Akun WhatsApp (WA) Terjadi di Makassar, sampai digunakan untuk Chat Minta Uang juga, Begini Modusnya!

Korban Kloning Akun WhatsApp (WA) Terjadi di Makassar, Chat Minta Uang ke Teman, Begini Modusnya!
ist
Korban Kloning Akun WhatsApp (WA) Terjadi di Makassar, Chat Minta Uang ke Teman 

Dilansir dari Banjarmasin Post, Konsultan IT sekaligus Pendiri Komunitas ClearOS Indonesia, Banua Andi Riza, mengatakan bahwa WhatsApp tidak bisa dihack atau langsung di jebol di aplikasinya, karena enkripsinya yang tinggi.

"Tapi, bisa diclonning dan ini kasus-kasus yang sering terjadi. Selain clonning, akun WhatsApp juga bisa diambil alih" ujar Andi kepada reporter banjarmasinpost.co.id pada Senin 27 Agustus 2018

"Jadi hacker bisa melakukan social engineering untuk meminta kode verifikasi yang masuk ke HP korban, misalnya dengan bilang kalo dari admin WhatsApp untuk verifikasi dan korban harus menyebutkan kode verifikasi yang masuk. Cara ini juga melibatkan interaksi dengan HP korban," tambahnya

Dikatakannya lebih lanjut, setelah dapat kode verifikasi, akun korban bisa diambil alih atau dibajak oleh sang hacker

Si hacker menginstall WhatsApp sendiri di HP nya, kemudian memasukkan nomor HP korban dan kode verifikasi hasil menipu tadi.

Untuk mengamankan WhatsApp dan menghindari modus penipuan seperti diatas, ikuti tips berikut:

- Gunakan password yang kuat

- Gunakan metode two step verification, sehingga saat orang ingin ambil alih akun harus memasukkan PIN dan kode verifikasi.

- Jangan sembarangan meminjamkan HP ke orang lain

- Jangan akses menggunakan WhatsApp web di komputer umum atau komputer milik orang lain

- Jangan pernah memberitahukan kode verifikasi kepada pihak lain, meskipun mengaku sebagai Admin WA.

Ingat, tidak ada Admin atau pihak lain yang memerlukan kode verifikasi itu.

Disamping itu, modus penipuan via WhatsApp ternyata masih banyak jenisnya.

Dilansir dari Grid.id, inilah beberapa modus tipu-tipu via WhatsApp.

1. Modus jual barang murah di online shop (olshop)

Beberapa nama olshop besar dipakai oleh pelaku penipuan untuk memajang barang dagangannya.

Jadi modusnya, mereka menawarkan sebuah barang dengan banderol harga yang murah.

Untuk meyakinkan calon korbannya, pelaku biasanya menyertakan nomer telepon yang bisa dihubungi, baik call langsung maupun via WhatsApp.

Korban yang percaya tawaran tersebut, akan mencoba untuk bertransaksi.

Usai korban transfer sejumlah dana, jangankan barang yang dibeli datang.

Si penjual juga tak bisa dihubungi lagi

2. Modus pinjam uang

Via aplikasi whatsapp (WA), modus ini dimulai dari pelaku yang mengaku sebagai teman korban.

Supaya lebih meyakinkan, terlebih dulu pelaku memasang foto profil salah satu teman dari korban.

Dengan tipu dayanya, pelaku kemudian meminjam uang kepada mangsanya.

Wuss...semua kemudian menghilang setelah uang pinjaman ditransfer ke rekening pelaku.

3. Modus undian berhadiah

Dalam menjalankan aksi tipu-tipu dengan modus seperti ini, pelaku biasanya menyebar pesan bahwa calon korbannya adalah salah satu pemenang undian.

Bahkan untuk meyakinkan calon korban, pelaku juga membuat website yang seolah-olah milik resmi perusahaan yang menyelenggarakan undian berhadiah tersebut.

4. Modus jual beli mobil

Untuk aksi penipuan yang satu ini, hampir mirip dengan modus pinjam uang.

Pelaku akan menghubungi calon korban via whatsapp (WA) dan bersandiwara seolah-olah sudah kenal lama.

Contohnya seperti yang terjadi pada salah satu petinggi PT Astra Honda Motor.

Ahmad Muhibbuddin yang menjabat sebagai Deputy Head of Corporate Communication pabrikan motor Honda itu, identitasnya dipakai untuk aksi penipuan.

"Jadi pelaku mengambil salah satu foto terkini di akun media sosial saya.

Dengan foto itu dan pakai nomer telpon lain, si penipu jajal berkomunikasi dengan salah satu rekan," ungkap pria yang akrab disapa Muhib ini.

Dari informasi yang didapat oleh Muhib, rekan yang diajak berkomunikasi oleh si penipu itu hendak diajak bertransaksi jual beli mobil.

Beruntung rekan yang hendak jadi korban penipuan itu jeli melihat gelagat yang tidak beres.

Alhasil penipuan yang bisa merugikan ratusan juta rupiah itu, tidak sampai terjadi.

"Namun dengan modus yang sama, ada juga yang sudah jadi korban.

Identitas rekan saya dipakai menipu rekan lainnya dan berhasil," ucap Muhib.

Dari modus yang seperti itu, korban mengalami kerugian sampai Rp 100 juta.

Tentunya modus penipuan seperti ini, tak akan berhenti begitu saja dan siapa saja bisa jadi korbannya

Penulis: Putra Dewangga Candra Seta
Editor: Musahadah
Sumber: Tribun Timur
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved