Kamis, 23 April 2026

Berita Banyuwangi

Tradisi Keboan Aliyan Banyuwangi yang Diminati Wisatawan

Mereka juga berkubang, bergumul di lumpur, dan bergulung-gulung di sepanjang jalan yang dilewati.

Penulis: Haorrahman | Editor: Titis Jati Permata
surya/haorrahman
Tradisi keboan masyarakat Aliyan Banyuwangi. 

Mereka juga berkubang, bergumul di lumpur, dan bergulung-gulung di sepanjang jalan yang dilewati.

Saat berjalan pun di pundak mereka terpasang peralatan membajak.

Para petani yang menjadi "kerbau" lalu berkeliling desa mengikuti empat penjuru mata angin.

Saat berkeliling desa inilah, para "kerbau" itu melakukan ritual layaknya siklus bercocok tanam, mulai dari membajak sawah, mengairi, hingga menabur benih padi.

“Semuanya dikerjakan atas inisiatif warga desa dan mereka bahu membahu hingga seluruh acara berjalan dengan lancar. Semangat inilah yang harus di tiru oleh semua pihak,” tambah Anas.

Ritual ini diminati ratusan pengunjung dan wisatawan.

Tradisi kebo-keboan di Banyuwangi berkembang di dua desa.

Selain keboan di Desa Aliyan Rogojampi, tradisi keo-keboan juga ditemui di Desa Alasmalang, Kecamatan Singojuruh.

Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved