Minggu, 12 April 2026

Sambang Kampung

Karang Taruna Ngagel Rejo Sabet Banyak Penghargaan, ini Kuncinya

Karang taruna Rejo Mulya di Kelurahan Ngagel Rejo telah menyabet banyak penghargaan. Apa kuncinya?

Penulis: Delya Octovie | Editor: Eben Haezer Panca
surabaya.tribunnews.com/delya oktovie
Karang Taruna Rejo Mulyo, Kelurahan Ngagel Rejo, memiliki banyak kegiatan positif, yang membuat mereka menyabet berbagai penghargaan. Satu di antaranya adalah Juara I Karang Taruna Berprestasi se-Surabaya 2018. 

SURYA.co.id | SURABAYA – Karang Taruna Rejo Mulyo, Kelurahan Ngagel Rejo, telah dikenal lewat berbagai aktivitas positifnya hingga berhasil menyabet Juara I Karang Taruna Berprestasi se-Surabaya 2018.

Gelar ini membuat karang taruna dengan 48 anggota tersebut menjadi kepercayaan Surabaya, untuk mewakili Kota Pahlawan di kompetisi tingkat Jawa Timur.

“Kami aktif seperti ini mulai tahun 2017. Awalnya kami rindu berkegiatan, kami tidak ingin seperti karang taruna lain yang hanya aktif saat perayaan kemerdekaan. Jadi ketika kami dibentuk secara formal, baru sadar di Permensos 77/HUK/2010 itu banyak sekali manfaat karang taruna, bahkan difasilitasi pemerintah,” tutur Roby Hidayat, ketua Karang Taruna Rejo Mulyo, Rabu (5/9/2018).

Kegiatan di berbagai bidang mereka tekuni.

Beberapa di antaranya adalah pengabdian masyarakat, yang meliputi posko pelayanan masyarakat, bank sampah, bank jelantah, urban farming lansia, dan ‘Kami Bisa’.

Kemudian ada ekonomi produktif yang membantu perkembangan UKM milik beberapa anggota karang taruna sendiri, seperti CV. Rejo Mulyo, penjualan ikan cupang, nasi bakar, risol mayo, dan lain-lain.

Baca: Sejak Dibangun Perpustakaan, Ada Bimbel Gratis bagi Anak-anak Warga Ngagel Rejo Surabaya

Mereka juga menjalani pemberdayaan wanita dan anak, dengan mendata anak putus sekolah, sosialisasi kekerasan dan seksual, hingga pencegahan penyakit menular bagi perempuan.

“Tak hanya itu, kami juga memiliki banyak rencana ke depan, mulai dari menjadikan kampung sebagai Rumah Angklung, Kampung Ludruk, Rumah Parikan, sampai Rumah Dongeng,” jelasnya.

Anggota karang taruna ini berusia mulai dari 18-41 tahun.

Meski rentang usia cukup jauh, latar belakang pendidikan, pekerjaan juga berbeda, Karang Taruna Rejo Mulyo merasa tak terganggu.

Mereka justru menganggap karang taruna sebagai sebuah keluarga.

“Yang membuat kami kompak adalah rasa kekeluargaan. Saya ini kan usia boleh tua, pikiran harus muda. Sebaliknya yang muda juga harus berpikiran tua. Saya juga selalu menanamkan 5K, yaitu kejujuran, kesetiaan, keterbukaan, kepercayaan, dan ketawakalan,” terangnya.

Walau punya kesibukan masing-masing, mereka tetap menyempatkan waktu untuk bertemu ketika malam hari, dan mengikuti pertemuan rutin tiap Jumat malam.

Baca: Menjadi Wirausawahan Sukses: Perlu Bekal dan Pengalaman Praktis

Satu di antara anggota muda yakni Bimantara yang masih berstatus mahasiswa STTS, menyebut betah berkegiatan karena meski berbeda bidang dan tugas, mereka tetap mengerjakannya bersama-sama.

Mereka juga memahami satu sama lain, sehingga meski ada anggota Anak Berkebutuhan Khusus (ABK), mereka tak merasa terganggu.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved