Berita Sidoarjo
Perampok Driver Grab di Sidoarjo juga Beraksi di Daerah Lain, Polisi Juga Buru Penadah Perampokan
polisi masih terus mengembangkan perkara ini. Khususnya mencari penadah mobil hasil kejahatan kelompok bandit tersebut.
SURYA.co.id | SIDOARJO - Polisi masih terus mendalami kasus perampokan terhadap driver taksi online (Grab) di Sidoarjo. Diketahui, komplotan ini juga pernah beraksi di daerah-daerah lain di Jawa Timur.
Kasat Reskrim Polresta Sidoarjo, Kompol Muhammad Harris, mengatakan tersangka Pahurosi (46), warga Dusun Bandarangin, Desa Sumberrejo, Kecamatan Pagak, Malang mengaku sudah dua kali merampok taksi online.
"Modusnya sama. Order taksi online, kemudian di tengah perjalanan sopirnya dianiaya lantas mobilnya dirampas," kata Harris, Rabu (29/8/2018).
Dua kali aksi itu dilakukan bersama tiga orang komplotannya yang sekarang ini mendekam di penjara Polres Blitar.
"Mereka juga beraksi di daerah lain dengan ganti-ganti kelompok," imbuhnya.
Bandit yang merampok bersama Pahurosi adalah Herianto (27) warga Dusun Kaligading, Desa Sumberkerto, Kecamatan Pagak, Malang.
Slamet (34) warga Dusun Bendo, Desa Sumberrejo, Kecamatan Pagak, Malang, dan Bedri (46) juga warga Dusun Bendo, Desa Sumberrejo, Pagak, Malang.
"Mereka tetap diproses di Blitar, tidak ditarik ke Sidoarjo. Sebab, mereka juga menjalani proses hukum perkara lainnya," urai kasat Reskrim.
Di sisi lain, polisi masih terus mengembangkan perkara ini. Khususnya mencari penadah mobil hasil kejahatan kelompok bandit tersebut.
Dari keterangan para tersangka, sementara diketahui bahwa mobil hasil kejahatan dijual ke pria yang biasa dipanggil Pak Ji di Gondanglegi, Malang seharga Rp 24 juta.
Dalam beraksi, empat bandit itu dibagi dua kelompok. Pahurosi dan Slamet memakai mobil Xenia N 1430 F milihk Pahurosi. Sedangkan Bedri dan Herianto yang order grab dari SPBU Aloha menuju Stasiun Krian.
Dalam perjalanan, Bedri dan Herianto beraksi. Ketika kendaraan melaju di Trosobo, sopir taksi online yang diketahui bernama Sunarto langsung ditodong menggunakan senjata tajam.
Taksi online itu kemudian berhenti. Drivernya dilakban mulut dan matanya kemudian dianiaya oleh dua pelaku. Tangannya diikat dan kepalanya juga ditutup.
Sejurus kemudian, korban dipindahkan ke mobil Xenia warna hitam miliknya. Pahurosi dan Slamet lantas membawa driver Grab itu ke arah Malang.
Korban diturunkan di daerah Kasembon Malang, alias dibuang di sana. Sementara dua pelaku lain menjual mobil hasil rampasan ke Gondanglegi.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/surabaya/foto/bank/originals/tersangka2_20180828_143244.jpg)