Kamis, 9 April 2026

Berita Banyuwangi

Banyuwangi Perkenalkan Pencak Sumping dari Dusun Mondoluko, Desa Tamansari, Glagah

Dusun Mondoluko, terletak di Desa Tamansari, Kecamatan Glagah, Banyuwangi terdapat kesenian Pencak Sumping.

Penulis: Haorrahman | Editor: Parmin
surya/haorrahman
Atraksi pesilat dalam seni Pesilat Sumping, di Dusun Mondoluko, Glagah, Banyuwangi. 

SURYA.co.id | BANYUWANGI - Dusun Mondoluko, terletak di Desa Tamansari, Kecamatan Glagah, Banyuwangi terdapat kesenian Pencak Sumping, yang merupakan tradisi pencak silat turun temurun.

Mulai tahun ini, tradisi Pencak Sumping dilestarikan dengan masuk dalam agenda Banyuwangi Festival 2018.

Warga Dusun Mondoluko, tiap perayaan Hari Raya Idul Adha, memiliki tradisi menggelar bersih kampung.

Mereka selamatan dengan membaca lontar Yusuf, dan seni Pencak Sumping.

Pencak Sumping merupakan seni beladiri seperti pencak silat. Bedanya, Pencak Sumping tidak diperbolehkan tarung, melainkan lebih pada seni gerakan silat.

Menurut Rahayis, Ketua Adat Mondoluko, Pencak Sumping ini berawal saat leluhur dusun ini, Buyut Idoh, berani melawan penjajah Belanda.

Untuk menyingkirkan Buyut Idoh, Belanda, mengadu domba dengan seseorang dari luar desa. Akhirnya Buyut Idoh ditemukan tewas dengan banyak luka, bahkan organ perutnya terburai keluar.

"Sejak saat itu, dusun ini dinamakan Mondoluko, yang berarti Mondol (terburai) Luko (luka-luka)," kata Rayis, sapaan akrab Rahayis.

Keturunan Buyut Idoh lalu meminta warganya itu belajar pencak silat, sebagai bentuk bela diri agar nasib mereka tidak sama dengan leluhurnya. Sejak saat itu, warga dusun ini banyak yang berlatih pencak silat.

"Tiap latihan pencak silat, ternyata kaum perempuan menyediakan makanan sumping. Karena di dusun ini banyak terdapat pisang," kata Rayis.

Masyarakat Jawa mengenal sumping adalah naga sari, jajanan tradisional terbuat dari pisang dan tepung beras yang dibungkus daun pisang. Bagi masyarakat Banyuwangi mengenalnya dengan nama sumping.

Akhirnya, menurut Rayis, kesenian pencak silat di dusun ini dikenal Pencak Sumping. Karena setiap ada pencak silat makannya adalah sumping.

Tidak ada literasi resmi sejak kapan pencak sumping ini berasal. Rahayis sendiri tidak tahu sejak tahun berapa seni Pencak Sumping ini.

"Tidak ada yang tahu kapan pencak sumping itu berawal," katanya.

Pencak Sumping itu terus diwariskan pada anak cucu di dusun ini. Menurut Husaini, salah satu guru pencak silat, dirinya merupakan generasi ke-enam dari guru pencak pertama di Mondoluko.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved