Berita Surabaya
Khofifah Komitmen Turunkan Tingkat Kematian Ibu & Bayinya Lewat Program Jatim Cerdas & Sehat
SURYA.co.id | Surabaya - Angka kematian ibu dan bayi di Jawa Timur butuh perhatian yang serius.
Penulis: Fatimatuz Zahro | Editor: Adrianus Adhi
SURYA.co.id | Surabaya - Angka kematian ibu dan bayi di Jawa Timur butuh perhatian yang serius.
Hal itupula yang menjadi salah satu konsen masalah yang diperhatikan Gubernur Jawa Timur terpilih periode 2019-2024 Khofifah Indar Parawansa dalam tahun pertama menjabat mulai Februari 2019.
Meski angka kematian ibu dan bayi di Jatim masih di bawah rata-rata nasional, namun ia ingin angka kematian ibu dan bayi di Jawa Timur terus ditekan sehingga tidak ada bayi dan ibu yang meregang nyawa akibat kurangnya kecukupan gizi atau kesehatan keduanya.
"Kita sebenarnya masih di bawah rata-rata nasional."
"Tapi ada dua daerah kabupaten di Jawa Timur yang angka kematian ibu dan angka kematian bayinya tinggi sekali, ini menjadi konsen kami di tahun 2019 mendatang," kata Khofifah, Jumat (10/8/2018).
Khofifah sempat menyebutkan dua kabupaten yang angka kematian ibu dan bayinya tertinggi itu.
Namun ia menolak untuk disebutkan di media massa lantaran ia yakin dua daerah itu sudah berupaya keras menekan dan menyelamatkan ibu dan bayi saat proses persalinan.
Meski begitu masalah ini tidak boleh dianggap remeh.
Untuk itu, mantan Menteri Sosial ini mengaku sudah bertemu dengan Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Timur khusus untuk membahas masalah angka kematian bayi dan ibu ini.
Yang bertujuan agar bisa menyusun langkah strategis guna diimplementasikan di pemerintahan tahun pertama di 2019 nanti.
Lebih lanjut dikatakan Khofifah langkah yaang akan diambil adalah zooming untuk wilayah yang angka kematoan bayi dan ibunya tinggi.
Zooming ini akan dilakukan dengan membuka kasus per kecamatan dan dilakukan telaah apa yang menyebabkan kejadian kematian ibu dan bayi menjadi tinggi.
"Kita sudah komunikasikan dengan tim Dinas Kesehatan agar ayo di zoom."
"Diangkat tiap kecamatan. Karena kita harus lihat apa yang bermasalah," ucap wanita yang juga Ketua Umum PP Muslimat NU ini.
Apakah karena pola hidup ibu hamil saat mengandung, ataukah pola makan, atau masalah lingkungan? serta juga kemungkinan yang bisa juga terjadi adalah asupan makanan bergizi pada ibu hamil.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/surabaya/foto/bank/originals/khofifah-indar-parawansa2_20180808_113911.jpg)