Berita Surabaya
45 Mahasiswa Asing Membuat Batik Celup bersama Warga Siwalan Kerto
45 Mahasiswa dari berbagai negara berkumpul di Surabaya dan belajar membuat batik celup. Seperti apa suasananya?
Penulis: Delya Octovie | Editor: Eben Haezer Panca
Nafullah dan ibu-ibu PKK Siwalankerto Timur lainnya, sudah tiga tahun belajar berbagai kreasi tangan, satu di antaranya adalah batik celup, bersama UKP.
"Dari semua materi seperti batik colet, membuat kerajinan dari anyaman koran maupun bekas kemasan jamu, yang pernah kami bagi pada warga Siwalankerto Timur, yang paling mudah diajarkan adalah batik celup. Tetapi sebenarnya ini bukan masalah mudah tidaknya, namun lebih mengajarkan pada mahasiswa ini tentang desain yang memiliki sustainability," tutur Yusita Kusumarini, dekan UKP.
Mengangkat tema 'Society Empowerment Through Sociopreneurship' yang dikerjakan oleh Fakultas Seni dan Desain UKP, UKP ingin membekali peserta dengan materi kewirausahaan berkelanjutan khususnya di tiga aspek yakni ekonomi, ekologi dan sosial.
Sehingga, meski mahasiswa telah menjadi wirausahawan nantinya, harus tetap memiliki tanggung jawab ke lingkungan dan pembangunan masyarakat.
"Harapannya seperti itu, supaya jadi pengusaha tidak hanya cari keuntungan, tapi tetap kembali ke masyarakat. Nah kegiatan ini sebagai contoh saja," imbuhnya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/surabaya/foto/bank/originals/surabali-2018_20180720_191126.jpg)