Selasa, 5 Mei 2026

Berita Surabaya

45 Mahasiswa Asing Membuat Batik Celup bersama Warga Siwalan Kerto

45 Mahasiswa dari berbagai negara berkumpul di Surabaya dan belajar membuat batik celup. Seperti apa suasananya?

Tayang:
Penulis: Delya Octovie | Editor: Eben Haezer Panca
surabaya.tribunnews.com/delya oktovie
Salah satu mahasiswa asing yang terlibat dalam Surabali 2018 saat mengikuti kegiatan membaut batik celup 

SURYA.co.id | SURABAYA - Mahasiswi India, Loveleen (kiri) dan Sri Sahadah (56), warga Siwalankerto Timur Surabaya, menunjukkan hasil batik celup mereka, Rabu (18/7/2018).

Kegiatan ini adalah satu di antara rangkaian acara SURABALI 2018 yang merupakan kerja sama konsorsium tiga universitas yakni Universitas Airlangga Surabaya, Universitas Kristen Petra Surabaya, dan Universitas Udayana Bali.

"Mau menggunakan warna apa?" tanya Nafullah (42) pada Sunny (21), mahasiswi asal Taiwan.

Perempuan bernama panjang Lin Peu Hsuan tersebut tampak kebingungan menjelaskan warna yang ingin ia gunakan.

"Kuning... merah, dan biru!" akhirnya menjadi warna bandana buatan Sunny.

Meski keduanya sama-sama bingung berkomunikasi tak menghentikan rasa ingin belajar Sunny dan Nafullah yang kebanyakan mengajari menggunakan isyarat tangan.

"Ya agak susah sih bicara bahasanya, jadi saya jelasinnya ya pakai tangan. Tapi mereka senang, mau belajar, terus-terusan bertanya 'kalau sudah begini, bagaimana?" tutur Nafullah yang juga mengajar mahasiswa dari Malaysia dan India, Rabu (18/7/2018).

Kalau Sunny kebingungan memilih warna, sebaliknya, Neha Dogra (27) mengaku santai dalam membuat batik celup.

Mahasiswi Chitkara University, Chandigarh, India ini merasa teknik celup mudah karena teknik serupa sudah pernah ia lakukan.

"Ini mudah bagi saya karena di India, ada teknik yang mirip seperti batik celup ini. Biasanya untuk membuat baju dan dekorasi. Saya puas dengan hasil batik celup saya, motifnya bagus!" seru Neha.

SURABALI 2018

Sebanyak 45 mahasiswa asing mengikuti program musim panas bernama SURABALI 2018.

SURABALI adalah kerja sama konsorsium tiga universitas di Indonesia, yakni Universitas Airlangga Surabaya, Universitas Kristen Petra (UKP) Surabaya, dan Universitas Udayana Bali.

Mereka datang dari berbagai negara, mulai dari India, Malaysia, Taiwan, Filipina, Singapura, Korea dan Tiongkok.

Pada kegiatan kali ini, para mahasiswa diajak UKP belajar membuat shibori alias kaus jumputan maupun bandana bermotif batik celup, bersama warga Siwalankerto Timur.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved