Jumat, 24 April 2026

Berita Banyuwangi

Banyuwangi Internasional BMX: Pembalap Timnas Indonesia Berkibar di Banyuwangi

Rider tim nasional Indonesia, I Gusti Bagus Saputra, sukses menjadi tercepat di round 2 men elite, Banyuwangi Internasional BMX, di Sirkuit Muncar.

Penulis: Haorrahman | Editor: Parmin
surya/haorrahman
Pembalap Indonesia, Toni Syarifudin, hanya mampu berada di peringkat kedua. 

SURYA.co.id | BANYUWANGI - Rider tim nasional Indonesia, I Gusti Bagus Saputra, sukses menjadi yang tercepat di round 2 men elite, Banyuwangi Internasional BMX, di Sirkuit Muncar, Minggu (15/7/2018).

Pembalap asal Nusa Tenggara Barat (NTB) itu mengungguli M. Khabibur Rohman asal ISSI Kendal di peringkat kedua, dan Kyle Green dari Australia di peringkat ketiga.

Pertandingan final kelompok men elite diwarnai crash antara dua pembalap tim nasional Indonesia, Toni Syarifudin dan Rio Akbar, di tanjakan pertama.

Walaupun sempat terjatuh, Toni berhasil melewati sejumlah pembalap internasional hingga finish keempat. Sedangkan Rio Akbar yang hari pertama finish di peringkat ketiga, melorot ke peringkat ketujuh.

Bagus, Toni dan Rio akan memperebutkan dua tempat untuk mewakili Indonesia di Asian Games 2018 nanti.

Selain faktor kualitas, tim pelatih akan memilih pembalap yang bisa beradaptasi di sirkuit Asian Games 2018.

"Semua punya kesempatan. Anak-anak akan fight untuk itu," tutur Kabid Binpres PB ISSI Sugeng Trihartono.

Selain Bagus, pembalap putri tim nasional (timnas) Indonesia, Wiji Lestari, kembali finish pertama di kelas junior women.

Wiji berhasil mempertahankan gelar setelah sebelnya, di round 1, menjadi yang tercepat.

Pembalap asal Blitar, Jawa Timur (Jatim) tersebut mengungguli dua rider asal Malaysia, yakni Shahirah Hashim (Terengganu) dan Siti Natasha Basri (Selangor Team).

Keberhasilan Wiji di Banyuwangi mengangkat optimisme tim nasional Indonesia pada Asian Games 2018, Agustus-September nanti.

Wiji adalah pembalap yang dipersiapkan untuk menggantikan tempat Elga Kharisma. Wiji akan berduet dengan wakil Jawa Barat (Jabar), Cupi Novianti. Sebagai rider muda, Wiji harus bersaing ketat dengan pembalap-pembalap dunia lainnya.

"Kalau bicara jam terbang, Wiji mungkin kalah dengan pembalap Tiongkok dan Jepang. Kami juga harus mewaspadai Thailand," kata Tono.

Walaupun kalah jam terbang, Wiji diharapkan bisa membuat kejutan pada Asian Games 2018 nanti.

"Dengan rute yang ada, kami akan push kekuatan anak-anak. Kans kami masih terbuka. Anak ini masih muda, masih banyak kesempatan. Apalagi kami akan mendapatkan dukungan dari suporter. Itu strategi kami," kata Tono, panggilan akrabnya.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved