Ramadhan 2018
Ikut Workshop Membuat Mukena, Sekarmelati Kaget Gunakan Mesin Jahit Super Cepat
Ramadhan dimanfaatkan Sekarmelati untuk belajar membuat mukena sendiri di Arva School of Fashion. Begini kesannya...
Penulis: Delya Octovie | Editor: Eben Haezer Panca
SURYA.co.id, SURABAYA - Sekarmelati (38) berulang kali mengecek kembali jahitan di mukena bermotif bunga-bunga buatannya.
Jarinya menelusuri jahitan di lubang mukena yang digunakan untuk wajah pemakai.
Sesekali ia terkekeh melihat alur benang yang ia buat sendiri.
"Ini baru pertama kali saya menjahit menggunakan mesin high speed. Cepat sekali, jadi susah kalau mau rapi. Memang belum terbiasa, jadi tadi waktu menjahit ya kadang masih belok-belok," ujarnya sambil tertawa kecil.
Sebelum mengikuti workshop menjahit mukena bersama Arva School of Fashion di Ruko Golden Palace, Surabaya, Rabu (23/5/2018), Sekarmelati hanya menjahit menggunakan tangan saja.
Yang ia jahit pun bukan berupa keseluruhan baju, melainkan menggarap baju-baju ketiga anaknya yang perlu dibenahi.
"Paling kalau baju anak-anak ada yang rusak, atau kancing lepas, gitu-gitu saja baru saya menjahit," katanya.
Ia tertarik mendalami ilmu menjahit karena ia sering ketika melihat sebuah baju, berikir bahwa sepertinya mudah untuk membuat dengan tangannya sendiri.
Menjahit mukena pun ia akui agak rumit.
"Cukup rumit juga ya ternyata, tapi kalau sudah ada polanya ya sepertinya bisa," tuturnya.
Mukena yang dibuat Sekarmelati saat workshop adalah mukena jenis two piece, yang terdiri dari kerudung dan rok berbahan kain katun.
Kerudungnya bermotif bunga-bunga, sedangkan roknya berwarna merah muda.
Lewat ilmu yang ia dapat, perempuan kelahiran Jakarta ini ingin membuka usaha di bidang fashion.
Selama ini, Sekarmelati berperan sebagai ibu rumah tangga, sedangkan suaminya bekerja sebagai wiraswasta.
Ia pun berkeinginan untuk mengerjakan suatu hal yang positif dan menghasilkan.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/surabaya/foto/bank/originals/workshop-membuat-mukena_20180523_215426.jpg)