Bom Surabaya

Mantan Napiter Bom Bali Ali Imron Beberkan Mengapa Teroris Juga Mengincar Pihak Kepolisian

Sebagai mantan perencana dan pelaku terorisme di Indonesia termasuk bom bali, Ali Imron membeberkan sejumlah hal terkait kasus teror

Mantan Napiter Bom Bali Ali Imron Beberkan Mengapa Teroris Juga Mengincar Pihak Kepolisian
Tribunnews.com/Ferdinand Waskita
Pelaku bom bali 2001 Ali Imron 

SURYA.co.id - Sebagai mantan otak dari serangkaian aksi terorisme di Indonesia termasuk bom bali, Ali Imron membeberkan sejumlah hal terkait kasus terorisme.

Ali Imron menyatakan bahwa dirinya bukanlah bagian dari ISIS yang dalam dua tahun belakangan melancarkan aksi serangan teror.

Ia adalah kelompok dari Jamaah Islamiyah (JI) yang menurutnya berbeda dengan ISIS.

Jika Jamaah Islamiyah (JI) berhubungan dengan Alqaidah, maka Jamaah Ansarut Daulah (JAD) merupakan bagian dari ISIS.

Baca: Liang Lahat Teroris Sudah Digali, Warga Surabaya Ramai-ramai Menutup, Wali Kota Risma Cari Fatwa MUI

Baca: Meluapkan Kekecewaan Terkait Bom Surabaya, Postingan Status Wanita Ini Membuatnya Diciduk Polisi

Baca: Terungkap Alasan Sebenarnya Napi Teroris Bunuh 5 Polisi Secara Sadis di Mako Brimob

Baca: Gandhi Fernando Peringatkan Lucinta Luna Mengenai Berhijab, Begini Jawaban dari Luna!

Ali Imron lalu menjelaskan perbedaan antara JI dan ISIS (khususnya JAD).

Dilansir dari tayangan TV One pada tahun 2017, saat diwawancarai Karni Ilyas, Ali imron telah lebih dulu menjadi teroris sebelum ISIS terbentuk.

Mengenai perbedaan mendasar antara JI dan JAD, ia membeberkan beberapa fakta.

Jaringan Islamiyah, kelompok yang pernah ia ikuti itu melakukan serangkaian aksi karena dipicu adanya kericuhan terhadap umat islam.

"Kami itu selalu menyasar target karena sebelumnya ada permasalahan, misal bom gereja itu karena adanya kerusuhan di Ambon dan Poso sebelumnya,"

"Bom Bali itu karena penyerangan Amerika kepada Afganistan, kemungkinan di lokasi tersebut (Bali) banyak orang-orang Amerika di sana," ujar Ali imron.

Halaman
1234
Penulis: Putra Dewangga Candra Seta
Editor: Putra Dewangga Candra Seta
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved