Bom Surabaya

Usai Tewaskan Orang Tak Bersalah, Jasad 13 Bomber Surabaya dan Sidoarjo Tak Ada yang Mengakui

Nasib 13 jenazah pelaku pengeboman di Surabaya dan Sidoarjo kini belum jelas. Hingga Rabu (16/5/2018) belum ada satu pun keluarga yang mengambil.

Penulis: Fatkhul Alami | Editor: Musahadah
Facebook
Jenazah terduga teroris yang hingga kini belum diambil keluarganya. 

Keluarga Puji yang tinggal di Desa Tembokrejo, Kecamatan Muncar, Banyuwangi, menolak jenazah wanita ini dimakamkan di daerahnya.

Padahal, menurut Kepala Desa Tembokrejo, Sumarto, pihaknya siap membantu apabila keluarga menginginkan jenazah Puji dimakamkan di Banyuwangi.

"Apabila keluarga menghendaki, kami siap membantu untuk menerima jenazah dikubur di sini. Namun itu semua tergantung pihak keluarga," kata Sumarto, Senin (13/5/2018).

Sementara Rusiono, anggota keluarga Puji mengatakan, keluarga tidak menginginkan jenazah dimakamkan di Banyuwangi, karena Puji bukanlah warga Banyuwangi.

Rumah keluarga Puji Kuswati di Banyuwangi
Rumah keluarga Puji Kuswati di Banyuwangi (surya/haorrahman)

"Puji itu bukan warga Banyuwangi. Sudah seharusnya ikut suaminya di Surabaya untuk dimakamkan," jelasnya.  

Menurut Rusiono, meskipun memiliki hubungan kerabat dan orangtua Puji tinggal di Banyuwangi, pihak keluarga tak ingin jenazah dimakamkan di Banyuwangi.

Rusiono menambahkan, Puji sudah sejak lama berpisah dengan keluarga di Banyuwangi, dan diasuh oleh bibinya di Magetan.

Belum lagi keluarga sebelumnya tidak merestui hubungan dengan sang suami, Dita Supriyanto.

"Pihak keluarga sebelumnya juga tak menerima perbedaan prinsip yang dianut Puji," ungkap Rusiono.

Warga Magetan Menerima

Jenazah Puji Kuswati akhirnya diperbolehkan warga dan aparat desa Krajan, Kecamatan Parang, Kabupaten Magetan, untuk dimakamkan di sana.

Di sana, Puji akan dimakamkan bersama suami dan 4 anaknya.

"Bumi dan isinya ini milik Allah SWT, dan itu menjadi pertimbangan saya dan warga disini (Desa Krajan) bersedia menerima jenazah Puji Kuswati dan keluarganya. Kami tidak punya hak menolak bila keluarga Puji Kuswati di makamkan disini,"kata Mujiono, Kepala Desa Krajan, Kecamatan Parang, Kabupaten Magetan kepada Surya, Rabu (16/5-2018).

Lagipula, kata Mujiono, Puji Kuswati sejak bayi memang berdomisili di Desa Krajan bersama paman dan bibinya.

Teras depan rumah Mbah Rijan (80), orangtua asuh Puji Kuswati, pelaku peledakan bom di Gereja Kristen Indonesia (GKI), Jalan Diponegoro, Surabaya.
Teras depan rumah Mbah Rijan (80), orangtua asuh Puji Kuswati, pelaku peledakan bom di Gereja Kristen Indonesia (GKI), Jalan Diponegoro, Surabaya. (surya/doni prasetyo)

"Bagaimana pun, Puji Kuswati warga kami, meski sudah lama berdomisili di Surabaya, tapi Pakde dan almarhum Budenya. Kini masih menunggu keputusan sepupu Puji Kuswati dari Jakarta, karena jadi apa tidaknya dimakamkan disini (Desa Krajan) tinggal menunggu berita dari sepupunya itu,"kata Kades Mujiono.

Halaman
123
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved