Bom Surabaya
'Ini Rencana Tuhan', Begini Nasib Bocah 7 Tahun yang Diajak Mengebom Polrestabes Surabaya
Ada campur tangan Tuhan atas selamatnya bocah 7 tahun yang diajak menjadi pelaku bom bunuh diri oleh orangtuanya.
"Posisi sudah meledak dan dia ada diantara dua motor itu," sambungnya.
Ditambahkan Rony, kondisi anak tersebut terluka dan berdarah akibat posisinya yang berada di belakang motor peledak.
"Luka berdarah semua. Meledak motor di depan, dia di belakang bersama ibunya. Kondisi ibunya meninggal," kata Rony.
Ia melihat anak tersebut tergeletak, namun kemudian tubuhnya bergerak dan mencoba bangun.
Seketika, kata Ronny tangannya lekas merangkul anak itu dan menggendongnya.
"Dia linglung berdarah-darah, luka. Saya pikir pingsan kok bangun saya ambil," terangnya.
"Posisi saya di depan samping. Saya langsung lari, panggilan hati," tambahnya.(tribunjatim.com/surya/co.id)
Berikut videonya:
Baca: Kisah Lengkap Bocah Perempuan 7 Tahun yang Ikut Ngebom Polrestabes Surabaya Kuras Air Mata
Baca: Densus 88 Lakukan Operasi Besar-besaran Memburu Teroris di Jatim
Baca: Tak Disangka, Anak Anton Febrianto Lakukan ini ke Dua Adiknya setelah Bom Orangtuanya Meledak
Baca: Keluarga Pelaku Bom Bunuh Diri di GKI Diponegoro Menolak Jenazah Dikubur di Banyuwangi
Artikel ini sebelumnya tayang di Tribunjatim.com berjudul: Sempat Terlempar Tiga Meter, Begini Kondisi Bocah Pelaku Bom Polrestabes Surabaya yang Selamat