Hardiknas 2018 - 10 Fatwa Ki Hajar Dewantara yang Harus Dipakai Para Pendidik di Indonesia

Nama Ki Hajar Dewantara selalu disinggung saat peringatan Hari Pendidikan Nasional tanggal 2 Mei.

KOMPAS/JITET
Ki Hajar Dewantara 

SURYA.co.id - Nama Ki Hajar Dewantara selalu disinggung saat peringatan Hari Pendidikan Nasional tanggal 2 Mei.

Ki Hajar Dewantara adalah tokoh pelopor pendidikan di Indonesia. Tanggal kelahirannya ini lah yang diperingati sebagai Hari Pendidikan Nasional.

Merujuk harian Kompas edisi 2 Mei 1968, penetapan tersebut merupakan bentuk penghargaan Pemerintah atas jasa Ki Hadjar Dewantara yang telah memelopori sistem pendidikan nasional berbasis kepribadian dan kebudayaan nasional.

Ki Hajar Dewantara bernama asli Raden Mas Soewardi Soeryaningrat. Ia lahir di Yogyakarta pada tanggal 2 Mei 1889.

Ki Hajar Dewantara bersekolah di Europeesche Lagere School (ELS), sekolah dasar pada zaman penjajahan Belanda di Indonesia.

Setelah lulus ia bersekolah di STOVIA (Sekolah Dokter Bumiputera) yang saat ini telah menjadi Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia. Namun, ia tidak dapat tamat di sekolah tersebut karena sakit.
Senang Menulis

Setelah itu Ki Hajar Dewantara aktif dalam organisasi dan juga menulis. Tulisannya yang paling terkenal berjudul Seandainya Aku Seorang Belanda.

Akibat tulisan ini, ia ditangkap dan diasingkan ke Belanda pada tahun 1913.

Di Belanda, Ki Hajar Dewantara aktif dalam organisasi para pelajar asal Indonesia, Perhimpunan Hindia.

Di sinilah ia kemudian mulai mewujudkan cita-citanya untuk dapat memajukan kaum pribumi. Ia ingin bangsa Indoneisa belajar ilmu pendidikan hingga memperoleh ijazah pendidikan yang bergengsi.

Halaman
1234
Editor: Musahadah
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved