Rabu, 29 April 2026

Berita Mojokerto

Mengintip Industri Kreatif di Kampung Cobek Mlaten Bumi Majapahit

Produk kerajinan tangan (Handmade) gerabah berupa cobek asal Bumi Majapahit, Mojokerto, telah banyak dikenal di pasaran.Yuk ngintip ke sana

Tayang:
surabaya.tribunnews.com/mohammad romadoni
Proses pembakaran gerabah cobek di Desa Mlaten Kecamatan Puri Kabupaten Mojokerto 

SURYA.co.id| MOJOKERTO - Produk kerajinan tangan (Handmade) gerabah berupa cobek asal Bumi Majapahit, Mojokerto, telah banyak dikenal di pasaran.

Apalagi kualitas gerabah cobek ini telah teruji memiliki nilai seni yang juga terbukti mempunyai ketahanan dan lebih awet jika dibandingkan dengan produk gerabah dari lainnya.

Samiono (60) merupakan perajin gerabah cobek di Desa Mlaten, Kecamatan Puri, Kabupaten Mojokerto.

Keahlian membuat cobek didapatnya dari orang tua secara turun-temurun.

Dia mengatakan, pembuatan produk gerabah di Kampung Cobek ini telah berlangsung sekitar lebih dari 80 tahun.

"Pembuatan produk gerabah cobek ada yang manual dan memakai mesin cetakan," kata Samiono, Minggu (8/4/2018).

Dipaparkannya, ada sebanyak 120 keluarga di Desa Mlaten yang menekuni pekerjaan sebagai perajin gerabah cobek.

Selain mempunyai usaha kreatif membuat cobek, Samiono juga merangkap sebagai pengepul yang menampung hasil produksi cobek dari para perajin cobek di kampungnya. Setidaknya, dalam satu pekan rata-rata satu perajin dapat memproduksi sebanyak 300 cobek hingga 500 cobek.

"Untuk satu bulan menghasilkan sekitar 30 ribu cobek hingga 40 ribu cobek," ungkapnya.

Menurut dia, cobek Mlaten Mojokerto telah menguasai pasar Jawa Timur. Paling banyak, produk gerabah cobek ini mendominasi pasar di wilayah tapal kuda yang meliputi seluruh Madura, Pasuruan, Malang, Probolinggo dan Banyuwangi.

Namun sebagian juga tersebar ke bagian barat yaitu daerah Gerbang Kertasusila  yang meliputi wilayah Gresik, Bangkalan, Mojokerto, Surabaya, Sidoarjo dan Lamongan hingga Jawa Tengah

"Para konsumen paling banyak mengharap produk gerabah cobek dari Mojokerto," ujarnya.

Dipaparkannya, gerabah cobek Mlaten cenderung memiliki bentuk seni dan lebih tahan lama. Di pasaran, harga gerabah cobek Mlaten lebih mahal.

"Meski harga jual cobek Mojokerto lebih mahal daripada produk justru menjadi incaran dan banyak dicari," ujarnya.

Samiono mengatakan saking lamanya bergelut di usaha turun temurun itu, dia pun mengetahui seluk-beluk perkembangan produk gerabah di Jawa Timur. Permintaan gerabah cobek Mlaten Mojokerto sangat banyak sehingga dia sempat kewalahan memenuhi permintaan pasar.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved