Jumat, 10 April 2026

Kuliner

Berburu Kolak Durian Wonosalam di Jombang yang Bikin Ketagihan

Jalan ke Wonosalam Jombang di musim buah durian seperti saat ini sungguh sangat tepat. Tak cuma bisa menikmati durian, kolak durian juga ada!

Penulis: Sutono | Editor: Eben Haezer Panca
Berburu Kolak Durian Wonosalam di Jombang yang Bikin Ketagihan - warung-kolak-durian-wonosalam-jombang_20180319_183735.jpg
surabaya.tribunnews.com/sutono
Salah satu warung kolak durian di Wonosalam Jombang yang mudah ditemui saat musim buah durian seperti saat ini.
Berburu Kolak Durian Wonosalam di Jombang yang Bikin Ketagihan - kolak-durian-wonosalam-jombang_20180319_183938.jpg
surabaya.tribunnews.com/sutono
Kolak durian khas Wonosalam, Jombang

SURYA.co.id | JOMBANG - Jalan-jalan ke Wonosalam, Jombang di musim buah durian seperti saat ini sungguh sangat tepat. Bukan cuma bisa menikmati durian, tetapi suguhan kolak durian Wonosalam juga bisa dicicipi. 

Penganan khas musim durian ini merupakan ‘perkawinan’ antara kolak dengan buah durian yang akhir-akhir ini mulai naik daun kembali serta menjadi buruan para pelancong.

Apalagi setelah adanya pesta tahunan Kenduri Durian Wonosalam yang diadakan sejak 2012 lalu. Pamor kolak durian kian melejit dan menjadi salah satu buruan para penyuka kuliner.

Salah satu penjual kolak durian ini adalah Slamet (50).

Warung milik Slamet di lereng Gunung Anjasmoro ini selalu ramai dikunjungi masyarakat setiap akhir pekan atau di kala liburan.

Menurut Slamet ini menu kolak durian sebenarnya bukan barang baru di Wonosalam, Kabupaten Jombang.

Kolak Durian Wonosalam yang ada saat ini merupakan kuliner lawas masyarakat. Hanya saja kini mengalami semacam kelahiran kembali guna menyesuaikan keinginan pasar.

Jika dulu kolak durian merupakan campuran kolak pisang dan singkong dan dimasak utuh dengan bijinya. Kini kolak durian sekarang lebih dimodifikasi.

Umumnya kolak durian Wonosalam sekarang ini dibuat dari bahan dasar beras ketan putih yang ditambah dengan santan, gula merah, gula pasir, daun pandan wangi, dan tentu saja buah durian yang diambil dagingnya.

“Untuk duriannya, kami pakai durian lokasl, sehingga rasanya jadi lebih ‘nendang’,” kata Slamet, tanpa bermaksud promosi kepada Surya, Senin (19/3/2018).

Jenis durian lokal yang ada di Wonosalam antara lain durian petruk, ataupun durian montong yang terkenal dengan aroma dan rasa yang tajam. Ada juga durian oranye atau limas atau disebut juga dengan durian belanda, serta durian bido.

Beberapa warga pelancong menuturkan, kolak durian Wonosalam ini pas jika dinikmati hangat-hangat dan dalam suasana musim hujan dan dingin khas pegunungan seperti sekarang ini.

Pantas saja banyak pelancong yang jalan-jalan ke Wonosalam, yang selain memburu durian, juga masakan turunannya, yakni kolak durian Wonosalam ini.

Kolak ketan durian khas Wonosalam ini tidak membuat kantong kempes. Sebab, harganya sangat terjangkau. Di warung Pak Slamet ini misalnya, harga semangkuk kolak ketan durian hanya Rp 7.000 saja.

Debby Laisya (20), mahasiswi asal Malang, salah satu pengunjung warung Pak Slamet, mengaku sudah kerap mengunjungi warung yang menyajikan kolak ketan khas Wonosalam Jombang.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved