Jumat, 15 Mei 2026

Citizen Reporter

Ini yang Dilakukan Penduduk Asli Kutub Utara

Kutub Utara dengan musim dingin yang panjang membuat penduduknya memanfaatkan kondisi yang ada. Rusa menjadi hewan ternak yang diandalkan.

Tayang:
Editor: Endah Imawati

Sami mendefinisikan diri mereka sebagai penduduk asli. Suku Sami hidup semi-permanen di Lapland, yaitu daerah di ujung utara Eropa, yang terdiri atas negara Norwegia bagian utara, Swedia bagian utara, Finlandia bagian utara, dan Semenanjung Kola di Rusia.

Mereka menyebut diri penduduk asli seperti tercantum dalam Konvensi Organisasi Buruh Internasional (ILO) 169. Disebutkan, penduduk asli adalah rakyat di negara-negara merdeka yang dianggap pribumi karena keturunan mereka dari populasi yang mendiami negara, atau wilayah geografis untuk yang dimiliki negara, pada saat penaklukan atau penjajahan atau pembentukan batas negara saat ini.

Diperkirakan jumlah orang Sami di dunia 80.000–200.000. Sekitar 40.000 tinggal di Norwegia, 20.000 di Swedia, 7.500 di Finlandia, dan 2.000 di Rusia. Lainnya tersebar.

Bahasa yang dipakai adalah bahasa Sami yang merupakan cabang dari bahasa Uralik Finno-Ugric, yang paling dekat hubungannya dengan bahasa Finlandia, Estonia, Livonian, Votic, dan beberapa bahasa kecil lainnya.

Ada sekitar 10 bahasa Sami yang berbeda dan enam diantaranya bisa ditulis. Di antara orang Sami yang berbeda dialek tidak akan saling mengerti.

Yang paling dikenal orang Sami adalah Lapp/Saminomaden, yang mengumpulkan rusa kutub untuk kehidupan mereka. Orang-orang Sami tinggal di lingkungan yang dingin dengan menjinakkan rusa.

Sami bisa mendapatkan semua yang mereka butuhkan dari rusa kutub. Mereka kebanyakan makan daging, susu, dan keju. Kulit rusa juga dibuat sebagai pakaian dan tenda. Wol juga menjadi pakaian yang dihias dengan indah.

Sami sangat melindungi ternak. Orang-orang Sami bergerak bersama dengan ternak rusa saat bermigrasi dari musim panas ke padang rumput musim dingin.

Mereka menggunakan rusa jantan untuk menarik kereta luncur yang membawa bekal. Selama musim dingin, kelompok ternak itu bergerak ke selatan di tempat pepohonan tumbuh.

Orang-orang Sami tinggal di rumah yang terbuat dari kayu atau hamparan rumput untuk bagian atap. Mereka hidup berhati-hati untuk tidak menyia-nyiakan apa pun yang mereka dapatkan dari rusa kutub.

Susunya untuk minum atau membuat keju. Daging diambil untuk makanan. Darah dibekukan dan kemudian digunakan untuk sup dan pancake.

Pisau dan gesper ikat diukir dari tulang dan tanduk. Otot (tendon) digunakan sebagai benang jahit. Perut dibersihkan digunakan untuk membawa susu atau keju. Setiap bagian dari rusa kutub dapat digunakan.

Pakaian musim dingin dan sepatu bot juga dibuat dari lapisan kulit rusa, sehingga orang Sami bisa menjadi hangat dan nyaman bahkan dalam cuaca terdingin sekalipun. Pakaian Sami disebut gakti dan pada awalnya terbuat dari kulit rusa, tetapi sekarang biasanya terbuat dari wol, katun, atau sutera dan beberapa masih memakai kulit rusa kutub.

Biasanya, ada berbagai jenis pakaian untuk pria dan wanita, dan warna utamanya adalah biru dan merah dengan corak yang indah dan unik. Mereka memiliki kerajinan yang disebut duodji.

Para pria membuat pisau, drum dan guksi (burl cups) dari kayu, tulang, dan tanduk. Wanita menggunakan kulit dan akar untuk membuat gakti (pakaian). Wanita juga menggunakan birch dan cemara untuk menenun keranjang.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved