Perajin Sepatu dari Kediri Ini Biasa Buat Sepatu Custom
"Model dan desain sesuai keinginan pemesan. Ini untuk memanjakan pelanggan kami, karena tak setiap orang sama kebutuhan sepatunya," kata Katon
Penulis: Mohammad Romadoni | Editor: irwan sy
SURYA.co.id | KEDIRI - Pepatah 'pembeli adalah raja' benar-benar ditekuni oleh Katon Ragil (30). Perajin sepatu asal Kediri ini bakal membuat segala macam sepatu sesuai pesanan pembelinya. segala model bisa dibuat dan produknya itu kebanyakan custom made atau pesanan khusus pelanggannya.
Katon merupakan perajin sepatu lokal yang hingga kini tetap konsisten mempertahankan pembuatan produk asli Kabupaten Kediri secara tradisional. Selain memproduksi masal sepatu Pantovel, sepatu Bots dan lainnya, dia juga membuat sepatu dalam desain khusus sesuai keinginan pelanggan.
Rata-rata, sepatu yang dibuatnya eksklusif adalah sepatu boots untuk anak band. Dia membuat khusus pesanan per item secara limited edition. Selain itu, dia membuat sepatu pesanan dari bikers yang dipakai untuk touring.
"Model dan desain sesuai keinginan pemesan. Ini untuk memanjakan pelanggan kami, karena tak setiap orang sama kebutuhan sepatunya," kata Katon kepada Surya, Senin (12/2/2018).
Adapun sepatu boots yang biasanya dibuat setinggi hingga 30 sentimeter. Untuk pengerjaannya sepatu Limited Edition memakan waktu sekitar satu hingga dua pekan dan tergantung desain. Tidak ada batasan ukuran, semua ukuran sepatu jumbo bisa dibuatnya.
"Biasanya banyak yang pesan dari anak band dan sepatu buat touring," ungkapnya.
Dia memperkerjakan lima orang yang setiap harinya dapat memproduksi 30 hingga 40 pasang sepatu. Sepatu desain khusus itu sangat cocok bagi kolektor pecinta sepatu.
"Pada sepatu desain khusus ditonjolkan lain dari pada yang lain, cuma satu-satunya jadi cocok buat kolektor sepatu dan pecinta sepatu," ujarnya.
Sudah 10 tahun ia menjadi tukang sepatu. Keterampilan membuat sepatu ini diperolehnya dari kakak kandungnya. Memang, usaha produk home made ini adalah usaha turun-temurun dari keluarganya selama 21 tahun itu.
Berdirinya usaha keluarga ini semenjak kakaknya keluar dari pabrik sepatu dan membuat usaha sepatu secara mandiri pada tahun 1997, sebelum krisis moneter.
"Ketika merintis usaha ini dulu paling sulit modal untuk beli bahan sepatu," jelasnya.
Saat ini, usaha sepatu milik kelaurganya itu telah berkembang bahkan menjadi kawasan perajin sepatu. Di dearah itu ada lima perajin sepatu yang masih ada hubungan keluarga dengan Katon.
Untuk bisa stock bahan, butuh banyak modal. Sedangkan, paling penting itu adalah bahan kulit sapi dari pabrik Surabaya dan Bandung.
"Membeli bahan harus partai besar dan secara otomatis butuh banyak modal," bebernya.
Usahanya kini semakin berkembang apalagi sejak di dukung penuh oleh pihak pemerintah daerah yang ikut memfasilitasi pemasaran dalam ajang pameran hingga luar pulau.
Bahkan, dia mendapat bantuan alat berupa mesin jahit, mesin pres dan lainnya dari Bupati Kediri, dr Harianti Sutrisno.
"Kami diarahkan sekaligus dibimbing pemasaran produk sepatu," ujarnya.
Katon mengaku sempat mendapat pelatihan dari pemerintah untuk desain dan mendudung inovasi supaya tidak monoton dan mampu bersaing dengan produk dari luar daerah.
Sebelumnya, dia mengandalkan market yakni memakai jasa sales untuk menjual produk sepatunya ke daerah memperkenalkan ke sekolah memakai metode door to door.
Setelah ada pelatihan dari Pemkab, ia mengubah cara marketing dengan membuat outlet secara mandiri di rumah.
"Inspirasi perubahan usaha produk sepatu ini tidak akan sukses jika tidak ada dukungan dari pemerintah setempat," pungkasnya.
Disii lain, Ragil sempat mendapat tawaran bekerjasama dengan salah satu perusahaan retail di di Mall Kediri untuk menampung sepatu buatannya. Namun, hal itu belum terealisasi karena masih dalam proses negosiasi.
"Produk sepatu ini belum dipasarkan ke Mall. Ada tawaran untuk mengisi produk sepatu di Mall, tapi masih dalam pemikiran," imbuhnya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/surabaya/foto/bank/originals/sepatu-custom_20180213_124752.jpg)