Berita Surabaya
Pemkot Surabaya Siagakan Ambulans Gratis Khusus Persalinan Berisiko, ini Call Center-nya
Ambulans ini siap melayani ibu yang akan melahirkan dengan kondisi berat badan bayi rendah atau di bawah normal sehingga cukup berisiko.
Penulis: Fatimatuz Zahro | Editor: Parmin
SURYA.CO.ID | SURABAYA - Angka kematian bayi dengan sebab berat badan lahir rendah terbilang tinggi sepanjang tahun 2017. Setidaknya 200 nyawa bayi melayang lantaran penanganan kurang tepat.
Ingin menekan angka kematian bayi tersebut, Pemerintah Kota Surabaya mengeluarkan program penyelematan persalinan dengan bayi di bawah normal.
Salah satunya melalui pengadaann ambulans Neonatal Emergency Transport Net (NETS).
Ambulans ini siap melayani ibu yang akan melahirkan dengan kondisi berat badan bayi rendah atau di bawah normal sehingga cukup berisiko.
Tidak hanya itu, ambulans ini juga bisa digunakan untuk menjemput bayi yang sudah dilahirkan dengan kondisi rawan akibat masalah berat badan yang rendah.
Kepala Dinas Kesehatan Kota Surabaya Febria Rachmanita, mengatakan, ambulans NETS ini sudah dibeli di anggaran tahun 2017. Saat ini ambulans tersebut masih baru satu di Surabaya.
"Sampai saat ini ambulans NETS kita ini menjadi kendaraan layanan kesehatan pertama dan satu-satunya di Indonesia. Kendaraan ini menjadi percontohan untuk menangani kasus bayi yang lahir dengan berat badan rendah," ucap Febria, Jumat (19/1/2018).
Lebih lanjut wanita yang juga akrab disapa Fenny ini menyebutkan, biasanya, dalam mengantar ibu hamil yang akan melahirkan, keluarga banyak yang menggunakan kendaraan pribadi.
Hal tersebut terbilang berbahaya terutama jika sang ibu memiliki kasus bayi berisiko lantaran masalah berat badan rendah.
Kondisi yang dimungkinkan muncul adalah ibu kekurangan oksigen, atau juga mengalami gejala pendaraan dan beberapa kasus lain.
"Oleh sebab itu, dibutuhkan kendaraan yang khusus bisa menyelamatkan ibu dan bayi dengan kasus tersebut lewat ambulans NETS ini. Sebab di dalam ambulans ini ada banyak fasilitas penunjang yang bisa menyelematkan bayi maupun ibu," ucapnya.
Sejumalh fasilitas yang ada di dalam ambulans adalah inkubator, obat-obatan, dan juga kelengkapan alat lain untuk menunjang alat vital ibu dan bayi. Lalu juga ada ventilator dan alat serta obatnya.
Selain itu juga ada peralatan dan obat untuk resusitas atau suplai oksigen pada bayi termasuk jacson rees dan T piece resusiator.
"Sehingga jika terjadi sesuai pada bayi bisa segera dilakukan penanganan dan angka kematian bayi bisa ditekan jauh," katanya.
Bukan hanya unit ambulans yang disediakan Dinas Kesehatan. Akan tetapi, dalam layanan NETS ini, akan juga disiapkan tenaga medis untuk menangani persalinan pada ibu dengan kasus bayi berat badan rendah.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/surabaya/foto/bank/originals/ambulans-khus-persalinan_20180119_203920.jpg)