Jumat, 8 Mei 2026

Berita Surabaya

Bus Berdesain Canggih yang Akan Meluncur di Kota Surabaya Itu Dibeli Seharga Rp 2,4 M Per Unit

Menurut Risma desainnya lebih canggih dan lebih rendah, disesuaikan dengan tinggi pedestrian di Surabaya.

Tayang:
Penulis: Pipit Maulidiya | Editor: Titis Jati Permata
surya/pipit maulidiya
Suroboyo Bus yang akan beroperasi mulai tahun 2018. 

SURYA.co.id | SURABAYA - Pemerintah Kota Surabaya baru saja membeli 8 unit bus untuk angkutan umum, yang rencananya akan beroperasi awal tahun 2018.

Tri Rismaharini, Wali Kota Surabaya menegaskan jika kendaraan yang dibeli pemkot itu bukan sembarang bus.

Melainkan bus yang didesain khusus untuk memenuhi kebutuhan masyarakat Surabaya.

Menurut Risma desainnya lebih canggih dan lebih rendah, disesuaikan dengan tinggi pedestrian di Surabaya.

Sekaligus memiliki kaca yang lebih lebar dibandingkan bus lainnya.

"Saya maksa kacanya lebar dan besar, ini beda dari bus lainnya. Desain ini supaya yang naik bus serasa tidak di dalam bus tapi bagian dari kota Surabaya. Bisa menikmati suasana kota," jelasnya, Jumat (29/12).

Bus Suroboyo yang akan beroperasi mulai tahun 2018
Bus Suroboyo yang akan beroperasi mulai tahun 2018 (surya/pipit maulidiya)

Irvan Wahyu Drajat Kepala Dinas Perhubungan Kota Surabaya menambahkan, 8 unit bus rencananya akan beroperasi di jalur tengah Kota Surabaya.

Setiap bus memiliki 40 tempat duduk, namun idealnya bus bisa menampung 70 penumpang sekaligus, karena bisa berdiri.

"Kalau di negara lain malah bisa menampung 80 penumpang. Bus buatan Mercedes-Benz ini 1 unitnya Rp 2,4 miliar termasuk PPN sementara ini 8 unit. Tahun depan akan tambah lagi 10 unit lagi," jelasnya.

Penambahan bus tahun depan menurut Irvan karena angkutan bus yang nyaman dan aman ini, sangat ampuh mengurangi kemacetan dan kecelakaan.

Fungsinya juga diprioritaskan bagi remaja sekolah yang belum mempunyai SIM.

Hal ini dibenarkan Risma. Dari segi efesiensi waktu, Risma mengaku jika jumlah bus 8 unit sangat kurang karena waktu antar sarana angkutan di satu titik pemberhentian (headway) masih 7 sampai 10 menit. Padahal idealnya 5 menit saja.

"Makanya kita tambah 10 unit tahun depan. Pengadaan bus ini untuk track jarak dekat, sementara kita masih siapkan trem untuk jarak jauh. Karena proses trem masih lama, kita realisasikan dulu yang lebih mendesak. Pengadaan bus ini lebih mudah karena tidak pakai persyaratan apapun dari pusat," terangnya.

Meski begitu Risma mengaku jika masih punya PR soal sistem dan koneksi bus agar bisa terjamin aman dan nyaman.

Rencananya bus akan beroperasi dengan menggunakan e-payment. Bus juga memiliki GPS dan bebas lampu merah.

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved