Liputan Khusus
Listya Rela Lepas Gaji Rp 7,5 Juta Per Bulan untuk Memulai Bisnis Online
Ketika omzet jualannya sudah rata-rata sama dengan gaji yang didapat, Listya memutuskan mundur dari pekerjaannya.
SURYA.co.id | SURABAYA - Bisnis yang dilakoni Listya Maretha Sari juga tidak tiba-tiba besar.
Dia sempat menjalani masa-masa sulit ketika mengawali usahanya di dunia online.
Termasuk ketika dihadapkan pilihan dengan pekerjaan kantoran yang pernah dilakoninya.
Setelah lulus kuliah, Listya pernah bekerja di beberapa perusahaan.
Mulai dari perusahaan telekomunikasi, freelance di bandara, perusahaan minyak, hingga terakhir di perusahaan di kawasan Tanjung Perak, Surabaya.
Waktu itu, tiga tahun lalu, gajinya sudah cukup besar, Rp 7,5 juta per bulan.
“Tapi akhirnya saya memilih bekerja di rumah. Meski waktu itu tidak lebih besar pendapatannya, tapi saya merasa lebih bebas. Termasuk untuk berkreasi dan bisa lebih banyak bersama keluarga,” ujarnya.
Bagaimana ceritanya? Bakat jualan sejatinya sudah ada sejak dirinya masih kuliah.
Sambil kuliah, Listya biasa jualan jam tangan melalui online.
Sampai ketika dia bekerja di berbagai perusahaan itu, kesibukan ini juga tetap berjalan meski tidak terlalu besar.
Termasuk ketika bekerja di Perak, dia pernah diminta bantuan seorang temannya yang bekerja di perusahaan distributor tisu.
"Karena teman saya itu sedang over stok, saya diminta membantu jualin. Waktu itu, saya bisa jual sampai 4 karton, atau sekitar 100 tisu. Saya jual via online semua. Lumayan lah untuk sambilan,” selorohnya.
Dari situ, ternyata aktivitas jualan tisu terus berjalan dan semakin berkembang.
Demikian halnya jualan jam tangan, juga tetap berjalan meski tidak besar.
Namun, kesibukan berjualan online itu dilakoninya sebagai sampingan, sepulang kerja di kantor, atau saat hari libur. Itu berlangsung satu tahun.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/surabaya/foto/bank/originals/deker-listya-maretha-sari_20171219_094615.jpg)